·
Tampilkan postingan dengan label Gereja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gereja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Desember 2008

Laporan Lengkap Kunjungan ke HKBP Tanjung Priok


Dimulai dari proses kesepakatan meja kotak didekat pos satpam di Galur, semua warrior prince dan warrior princess, mulai yang terdaftar resmi sebagai anggota paduan suara sampai tim penggembira dan tim dokumentasi berkumpul.
.
Akhirnya ada juga 30-an orang yang segera berkonvoi, ada yang menggunakan Kuda Pegasus (alias motor bebek yang gak bebek-bebek amatlah), ada juga yang menggunakan kereta kencana (a.k.a taksi) segera melayang-layang ke Tanjung Priok, dan sampailah di kediaman Kak Monika.

Ternyata, begitu sampe…langsung disuruh makan..hihihi (uenak tenan rek…). Thanks yach Kak Mon…Muach..Dah bisa buka katering tuch.

Selesai makan…langsung buka partitur..dan mangap-mangap latihan koor.

Jam 9, meluncur ke gereja, yang kebetulan di samping rumahnya Kak Monika. (Ya iyalah, wong bokapnya kak Mon itu yang jadi pendetanya..hehehe).

Begitu duduk manis ditempat yang telah disediakan, maka mulailah ada beberapa inang dan amang yang bergereja di HKBP Tanjung Priok..merasa penasaran dengan keberadaan kami, dan mulai bertanya jawab. Bahkan ada lho yang rumahnya deket HKBP Laguboti. Weleh….tak disangka tak diduga..bertemu di daerah perantauan.
.
.
Dan ada satu komentar tak terlupakan bagi para pemuda-pemuda alumni Del khususnya…

“Ganteng-ganteng kalian semua ya..”

Hahaha..kontan lah…pada besar semua kupingnya. (Narsis mode : on)

Komentar lain lagi..

“Jadi udah kerja kalian semuanya?”

“Udah inang.”

“Ohh…bagus lah ya”

(Suara hati terdalam: ya iyalah…anak del gitu loch)

Akhirnya…tiba juga acara puncak…membawakan dua buah lagu…Bersemangat ya…

Dan yang lebih puncaknya lagi..ketika Bang Kocu..sebagai Ketua Panitia Natal maju kedepan memberikan sepatah dua patah tiga patah kata…

Acara diakhiri dengan bersalam-salaman antara alumni Del dengan jemaat setempat..plus diiringi dengan lagu Batak (lupa apa lagunya…pokoknya lagu Batak lah tahe..)

Ditutup dengan acara poto-poto….baik dari tim cuap-cuap (alias paduan suaranya), tim pemegang kotak dan pemberi amplop (alias yang ngumpulin sumbangan), juga tim jeprat-jepret (alias dokumentasi).

Pyuh..walaupun cukup capek..tapi puas bgt…

Apalagi saat membuka amplop sumbangan, bukan masalah besar atau kecilnya sumbangan yang membuat hati ini senang, tapi karena ternyata masih ada juga orang-orang yang mau berbagi bersama kami, untuk membantu adek-adek kami di Tobasa sana. Plus ditambah dengan sumbangan dari Gereja. Wow, it feels amazing.

Sekali lagi, terima kasih banyak ya inang, amang. Kami dari Alumni Del, sangat bersyukur dan berterima kasih atas sumbangannya. Dan seperti yang telah dijanjikan, sumbangan ini akan terus dipantau perihal pengumpulan dan penyalurannya nanti.
.

.
Kami hanya bisa berdoa, semoga Tuhan Yesus yang akan membalaskan kebaikan hati amang dan inang semuanya.

Maleakhi 3:10b

“… dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.“

Cheers

by nataldel200, Gives Back

Kunjungan ke HKBP Menteng

Hari minggu (30 November ‘08), merupakan salah satu hari pembuktian bagi para alumni Del. Hari pembuktian siapa yang bisa bangun pagi. Huehehe… Maklum, sesuai rencana harus sudah siap ditempat (a.k.a HKBP Menteng), sebelum jam 06.00.
.
Untungnya, air di Jakarta ini ndak seperti air di kampus dulu, yang brrrr, dingin bgt. Jam 5, sudah pada sibuk gedebak gedebuk siap-siap. Padahal disaat yang sama, teman-teman kos (nb: yang bukan anak padus) masih terlelap dengan damainya ditemani air liur yang senantiasa mengalir.
.
Tapi, itu semua layak. It’s all worthy for the success of our program.
.
Walaupun ada beberapa yang kesasar, berhubung tidak semuanya mengetahui rute Gereja HKBP Menteng, tapi puji Tuhan, semuanya sampai dengan selamat, tanpa kekurangan sesuatu apa pun.
.
Gereja HKBP Menteng itu kecil dan nyaris tidak keliatan dari jalan kalau itu adalah gereja. Tapi gerejanya cukup elit dan nyaman. Design interior dan eksterior gerejanya bagus bgt. Pendingin ruangan yg terpusat, Pencahayaan yang bagus, ada jg CCTV di dlm ruangan gereja untuk keamanan, punya kantin tersendiri untuk penyediaan coffee break sepulang gereja, ada beberapa pelayan gereja alias OB yang “mengurus” gereja, dan beberapa hal lainnya yang membuat gereja ini beda dari gereja umumnya di kalangan HKBP.
.
Tepat jam enam pagi kami mengikuti kebaktian. Ditengah-tengah acara kebaktian, paduan suara dari Alumni Del menyanyikan dua buah lagu dengan baik. Tidak sia-sia juga malam sebelumnya mereka latihan sampai malam.
.
Khotbah yang disampaikan oleh Amang Pendeta juga sangat baik dan dapat dimengerti dengan mudah oleh jemaat. Beliau menjelaskan bahwa kita sebagai umat Kristen harus seperti Matahari yang selalu bersinar, disiplin (terbit di pagi hari, gak pernah terlambat), Adil (baik kegelapan maupun terang, keduanya disinari), Tidak mau kompromi dengan siapapun, Tidak mengharapkan pujian ataupun balasan dari orang lain, Mengerjakan tugasnya sebaik mungkin yaitu menyinari.
.
Beliau jg mengatakan bahwa kita juga harus bangkit, jangan terpuruk dan menyerah pada keadaan yang ada. Seorang pemenang adalah seorang yang mampu bangkit dari keterpurukannya. Seseorang yang bisa melihat kesempatan di setiap kesulitan atau permasalahan yang dihadapi bukan melihat kesulitan di setiap kesempatan yang ada.
.
Setelah selesai acara kebaktian pagi sekitar jam delapan, para alumni Del dipersilahkan untuk istirahat disamping gereja karena akan ada kebaktian remaja. Kami disuguhkan kue-kue dan minuman berupa kopi dan teh manis. Lumayan juga untuk mengganjal perut, karena gak sempat sarapan sebelum ke gereja, plus rata-rata anak kos (yang tidak terurus dan jauh dari orang tua, hiks). Sambil sarapan, paduan suara latihan ringan untuk persiapan kebaktian kedua jam setengah sepuluh.
.
Kebaktian kedua berlangsung dengan menggunakan bahasa Batak. Kotbah Amang Pendeta juga hampir sama dengan kotbah pada kebaktian pertama. Sama seperti kebaktian pertama, paduan suara Del juga diberi kesempatan untuk memperdengarkan lagu-lagu pujian. Tapi sebelumnya paduan suara Mahasiswa UKI yang diberi kesempatan pertama. Mereka benar-benar bagus dan kelihatan sudah terlatih dengan baik. Itu juga yang menyebabkan nyali beberapa anggota paduan suara Del ciut. Merasa gak pede alias percaya diri untuk nyanyi setelahnya. Alhasil suara paduan suara Del terdengar loyo dan kurang bersemangat.
.
Tapi ada faktor lain juga yang menyebabkannya, disamping karena sudah kelelahan bernyanyi di kebaktian pertama, anggota paduan suara juga baru beberapa kali latihan lagu yang dibawakan pada hari itu. Bahkan ada satu lagu yang baru sehari sebelumnya dilatih. Secara keseluruhan penampilan paduan suara Del sudah cukup baik. Tetap semangat ya teman-teman untuk tetap latihan, apalagi perayaan Natal IA-Del sudah semakin dekat. Lakukanlah semuanya demi kemuliaan nama Tuhan saja (Soli Deo Gloria).
.
Selesai kebaktian kedua kami kembali dilayani dengan sangat baik oleh para pengurus gereja HKBP Menteng. Parhalado dan Majelis gereja mempersilahkan kami untuk menikmati nasi kotak..hehehehe..asyik lumayan menghemat uang makan siang :) Yang membuat suasana lebih bersahabat, Amang Pendeta yang berkhotbah, Pendeta gereja Menteng, parhalado, anggota Majelis gereja dan anggota paduan suara mahasiswa UKI makan bersama-sama dengan kami di samping gereja. Suatu suasana kekeluargaan yang begitu hangat dari sebuah gereja yang notabene tergolong elit. Penyambutan dan pelayanan yang pengurus gereja Menteng berikan sangat baik.
.
Dan satu hal lagi yang membuat kami lebih senang lagi, kami mendapatkan “Tanda Kasih” dari gereja. Bahkan kami mendapatkan lebih dari yang kami perkirakan. Sebelumnya kami tidak mengharapkan adanya pemberian seperti itu dari gereja. Kami mengharapkan adanya sumbangan dari beberapa jemaat yang tergerak hatinya untuk membantu kami dalam pengumpulan dana pada program IA-Del Gives Back. Kami telah menyebarkan brosur kepada jemaat pada saat sebelum masuk kebaktian. Dan Puji Tuhan, kami mendapatkan tambahan dana sebesar lima juta rupiah dari gereja HKBP Menteng. Terimakasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada gereja HKBP Menteng Jalan Jambu atas sumbangan yang diberikan. Biarlah kiranya sumbangan itu menjadi kemuliaan bagi namaNya.
.
Amin
.
Sumber : nataldel200, Gives Back

Senin, 01 Desember 2008

DPW PPRN Sumut Bantu Gereja HKBP Melati


Dewan Perwakilan Wilayah Partai Peduli Rakyat Nasional Sumatera Utara dibawah pimpinan Drs P Nurdin Manurung melakukan bakti sosial dengan merehab Gereja HKBP Melati di jalan Gaharu I No 125 Medan (11/11). “kepedulian ini adalah salah satu wujud nyata Partai PPRN sebagai partai yang peduli kepada rakyat” ujar Drs P Nurdin Manurung kepada seluruh jemaah Gereja HKBP Melati saat memberikan kata sambutan.
.
“Saya melihat dan saya harus membantu Gereja HKBP melati ini, karena gereja ini sering tergenang air hujan, sehingga aktivitas beribadah pun terganggu, dengan inilah kami memberi bantuan untuk meringankan beban renovasi Gereja” ujar Nurdin Manurung yang peduli dengan rakyat Sumatera utara dan juga caleg No I DPRD SU dari Dapem Medan.
.
Dalam kesempatan yang sama ketua panitia pengumpulan dana Gereja HKBP Melati A Pea SE mengatakan bahwa seluruh jamaah mengucapkan terima kasih kepada Partai PPRN yang betul betul peduli kepada rakyat , jamaah salut dan terharu pada PPRN yang betul berbuat untuk kepentingan Rakyat.
.
Pemberian bantuan dilakukan oleh oleh Drs P Nurdin Manurung diikuti pengurus DPW PPRN Sumut dan Wakil Ketua DPW PPRN SU Japansen Sinaga SH MHum dan DPD PPRN Medan bersama beberapa caleg PPRN. Sebagai ungkapan terima kasih para jemaah terlihat antusias memberikan cendramata dengan cara mengulosi ketua DPW PPRN Sumut yang juga caleg DPRDSU dengan No 1 untuk dapem kota Medan.
.
Sumber : PPHE Green Media

HKBP Kernolong Merayakan UlangTahun Ke-89

Sekelumit Sejarah HKBP Jakarta
.
Pendahuluan
.
Gereja HKBP Kernolong Ressort Jakarta (dulu disebut HKBP Jakarta Ressort Jakarta) adalah gereja HKBP pertama di luar Sumatera. Pada awal abad ke XX terjadi migrasi besar-besaran ke luar Tapanuli terutama ke Sumatera Timur. Karena pendidikan formal yang telah pernah mereka peroleh, maka orang-orang Batak tidak sulit untuk mendapat pekerjaan sebagai tenaga buruh atau pegawai di perkebunan, di perusahaan-perusahaan maupun di kantor-kantor swasta dan pemerintah. Hal itu lebih mendorong lagi terjadinya mobilitas sosial di kalangan masyarakat Batak baik secara horizontal maupun vertical.
.
Masyarakat Batak kemudian berlomba-lomba untuk menyekolahkan anak-anaknya. Semakin lama daerah perantauan orang Batak semakin meluas. Mulailah orang Batak pergi merantau ke Semenanjung Malaya dan juga ke pulau Jawa.
.
Perintis HKBP di Jakarta
.
Dengan selesainya Perang Batak pada tahun 1907 hubungan komunikasi antara Tapanuli dan dunia luar semakin lancar. Demikianlah pada awal abad ke XX mulailah datang beberapa pemuda Batak Kristen merantau ke Jakarta yang pada waktu itu masih disebut Batavia.
.
Salah seorang pemuda Batak Kristen yang pertama datang merantau ke Jakarta tepatnya tahun 1907 ialah Simon Hasibuan, seorang tamatan Seminari Pansurnapitu. Oleh karena Pemuda Kristen Batak jumlahnya masih sedikit dan kebaktian berbahasa Batak belum ada maka mereka menumpang ke jemaat-jemaat yang ada di Jakarta. Akan tetapi jumlah pemuda Batak itu setiap tahun semakin bertambah.
.
Menurut F. Harahap dan M. Nababan yang sudah berada di Jakarta sejak tahun 1910-an, pada tahun 1917 sudah ada di Jakarta lebih kurang 30 orang Batak yang beragama Kristen. Lima diantaranya sudah berkeluarga, sedangkan yang lainnya adalah pelajar di Ambach School (Sekolah Tehnik) di Kampung Jawa Kota dan Perawat di RS Salemba dan RS PGI Cikini yang sekarang. Sebagian besar dari mereka tinggal di Sawah Besar.
.
Karena belum adanya jemaat Batak, maka para pemuda ini bergerejanya berganti-ganti dari satu jemaat ke jemaat yang lain, yaitu: Indische Kerk (Gereja Protestan di Indonesia), Gereformeerde Kerk (Gereja Kristen Indonesia), Gereja Methodis dan Gereja Katolik.
.
Dari sekilan banyak jemaat di Jakarta, jemaat Kwitang-lah yang lebih sering didatangi oleh para pemuda Batak. Ds. L. Tiemersma sebagai pendeta jemaat Gereformeerde Kerk (Gereja Kristen Indonesia) sangat gigih memberikan pelayanan kepada orang Batak Kristen meskipun ada larangan dari Pemerintah Hindai Belanda. Pada tahun 1917 Ds. L. Tiemersma meminta agar para pemuda Batak menghadiri kebaktian di jemaat mereka di Hollands Cinesche School di Gang Chasse disamping rumah Ds.L. Tiemersma. Kebaktian dilakukan bersama-sama dengan orang Tonghoa, Ambon, Menado, dan Jawa di dalam bahasa Melayu. Ds.L. Tiemersma sangat suka bilamana mendengarkan para orang Batak tadi menyanyikan koor lengkap dengan empat suara. Setelah kebaktian berlangsung 4 bulan lamanya, pada tanggal 10 Oktober 1917 Ds. L. Tiemersma bersama dengan Guru F. Harahap memprakarsai untuk menyewa tiga buah rumah, satu untuk ditempati Guru F. Harahap dan dua lagi untuk ditempati pemuda Batak lainnya. Sewa ketiga rumah tersebut ditanggung oleh Gereja Kwitang. Letak rumah yang disewa tersebut di perbatasan Sawah Besar dan Kebun Jeruk No.18.
.
Surat Keliling Immanuel
.
Tidak lama kemudian dimuat pemberitahuan dalam “Surat Keliling Immanuel” yang dicetak di Laguboti. Pemberitahuan yang merupakan iklan itu berbunyi:
.
Boa-Boa
.
Manang ise sian hamoe ama manang ina,
na naeng marsoeroe ianakkonmoena toe Betawi,
parsikkola manang mandjalahi karedjo,
asa torang diboto hamoe baritana,
tu ahoe ma ibana di soeroe ro.
Alamathoe: F. Harahap, tinggal di perbatasan ni
Sawah Besar dohot Keboen Djeroek No. 18 Betawi
.
Sesudah pengumuman tersebut beredar maka berdatanganlah para pemuda Batak Kristen ke Jakarta, dua atau tiga orang setiap bulan. Pada umumnya para pemuda ini cukup rajin datang ke gereja, karena disamping ingin menghadiri kebaktian, mereka ingin juga saling bertemu satu dengan yang lain. Lama kelamaan jumlah orang Batak di Jakarta pun makin banyak. Beberapa diantaranya ada yang dapat berbahasa Belanda dan Melayu (Indonesia), tetapi lebih banyak pemuda Batak tersebut yang praktis hanya menguasai bahasa Batak. Oleh karenanya wajarlah kalau beberapa dari orang Batak meminta supaya diadakan saja kebaktian berbahasa Batak agar mereka dapat memahami khotbah-khotbah yang disampaikan. Permintaan ini disampaikan kepada Ds.L. Tiemersma yang kemudian menyetujuinya.
.
Kebaktian Berbahasa Batak Yang Pertama
.
Keinginan untuk melakukan kebaktian ber-bahasa Batak tersebut akhirnya terwujud dengan suasana yang baik pada tanggal 20 September 1919 – tanggal inilah yang oleh rapat panitia ulang tahun ke-89 dan majelis ditetapkan menjadi hari lahirnya HKBP Kernolong Ressort Jakarta. Kebaktian ber-bahasa Batak ini dipimpin oleh Guru S. Hasibuan, F, Harahap dan Sutan Harahap. Anggota jemaat sementara sudah mencapai 50 0rang. Diantaranya terdapat Merari Siregar, salah satu pelopor Bahasa Indonesia yang kemudian terkenal dengan bukunya: Azab dan Sengsara. Karena kebutuhan akan pelayanan yang lebih baik maka diputuskan untuk meminta ke HKBP Pusat di Tarutung untuk mengutus seorang pendeta yang dapat menjadi pelayan penuh di Huria Kristen Batak di Jakarta. Pada bulan Maret 1922 tibalah di Jakarta dari Sipirok Pdt. Mulia Nainggolan beserta keluarga (isteri dan tiga orang anak).
.
Usaha-Usaha untuk membangun Gereja HKBP pertama di Jakarta
.
Pada tahun 1927 Pdt. Mulia Nainggolan memasuki masa pensiun, dan yang menggantikan beliau adalah Pdt. Peter Tambunan, ayahanda dari Dr. A.M. Tambunan, bekas Menteri Sosial RI. Begitu datang ke Jakarta maka Pdt. Peter Tambunan memberitahukan kepada jemaat tekadnya untuk mendirikan gedung gereja milik HKBP. Selanjutnya dengan tidak kenal lelah Pdt. Peter Tambunan berusaha agar semua anggota jemaat ikut serta memikirkannya. Dengan bantuan Ny. Ds. Gouw Khiam Kiet yang memberikan bantuan F.500 jemaat yang dipimpin Pdt. Peter Tambunan melakukan cara-cara pengumpulan dana sbb:
.
- para pekerja kantor mengedarkan inteekenlijst di kantor masing-masing
- para pemuda dan pelajar mengedarkan di luar
- pendeta dan para penetua (sintua) mengumpulkan uang di kalangan orang-orang terkemuka dan jemaat-jemaat di Jakarta serta sekitarnya.
- Gaji dari para pekerja masing-masing dipotong tiap bulan 25 %.

Dalam pada itu diminta juga bantuan dari Zending Consul Dr. Slotemaker de Bruine dan Mr. Van Helsdingen (anggota kehormatan panitia pembangunan gereja). Demikianlah maka berkat bantuan ke-tiga tokoh dan bantuan yang cukup banyak dari GKI Kwitang terkumpullah uang sebanyak F.10.000. Disamping itu diadakan juga kolekte khusus di tanah Batak untuk menambah biaya yang sudah terkumpul.
.
Sesudah uang itu tersedia, maka Pdt. Peter Tambunan mengutus J.K. Panggabean, E. Sutan Harahap dan St. Henok Silitonga menghadap Burgemeester (walikota), meminta tempat gereja yang akan di bangun itu. Tanah yang diberikan ialah tanah di Gang Kernolong 37 di tempat gereja HKBP sekarang ini berdiri. Adapun aannemer (pemborong) yang banyak memberikan bantuannya membangun gedung gereja Kernolong ialah almarhum J.M. Sitinjak dari jalan Muria Menteng salah seorang tokoh lama di Jakarta.
.
Peletakan Batu Pertama Gereja HKBP Kernolong
.
Peletakan batu pertama pembangunan gereja HKBP Kernolong dilakukan pada tanggal 21 Nopember 1931, yang dilakukan oleh isteri Walikota Batavia yaitu Nyonya De Jonge didampingi Ny. Nelly Harahap. Kurang lebih setengah tahun kemudian, yakni pada tanggal 8 Mei 1932 gedung gereja yang diidamkan itupun selesai di bangun. Acara pembukaan gedung gereja dihadiri oleh Gubernur Jenderal, Walikota, Kepala Polisi, Kepala Departemen Keungan, Kepala Departemen Kesehatan, Kepala Departemen Pendidikan dan Agama, para pemimpin sekolah-sekolah Kristen, demikian juga utusan dari berbagai gereja di Jakarta. HKBP Pusat diwakili oleh Pdt. Edward Muller.
.
Renovasi Gereja
.
Pada tahun 1979 majelis mulai memikirkan kemungkinan pembangunan gereja yang baru namun karena terbatasnya biaya pembangunan tersebut belum bisa terlaksana, yang dapat diperbaiki hanya pagar gereja. Baru pada tahun 1986 gereja HKBP Kernolong dapat melakukan pembangunan dengan merobohkan gereja yang dibangun tahun 1931. Dengan menggantungkan harapan sepenuhnya kepada pengasihan Tuhan Yesus Kristus, Panitia melakukan tugasnya selama lima (5) tahun dan gedung gereja yang baru telah berdiri seperti sekarang ini, terdiri dari ruang ibadah di lt 2 (ada juga balkon) dan ruang Serba Guna yang disewakan untuk pesta dan pertemuan-pertemuan lainnya. Pada hari Minggu, 10 Maret 1991 dilaksanakan penahbiasan/peresmian gedung gereja HKBP Kernolong oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. S.A.E. Nababan.
.
Para pendeta yang pernah melayani HKBP Ressort Jakarta (Jakarta Kalimantan):
.
1. Pdt. Mulia Nainggolan : 1922 – 1927
2. Pdt. Peter Tambunan : 1928 – 1939
3. Pdt. Melanthon Pakpahan : 1939 – 1951
4. Pdt. Kondar Simatupang : 1951 – 1960
5. Pdt. Alfred Silitonga : 1960 – 1971
6. Pdt. P.W.T. Simanjuntak, STh : 1971 – 1974
7. Pdt. T.P. Hutagalung :
8. Pdt. A.B. Siahaan : 1974 – 1976
9. Pdt. B. Napitupulu : 1976 – 1980
10. Pdt. H.D. Sidabutar, STh : 1980 – 1984
11. Pdt. E.J.P. Sihombing, STh : 1984 – 1988
12. Pdt. D.M.T. Hutagalung, STh : 1988 – 1993
13. Pdt. K. Simaibang, STh : 1993 – 1997
14. Pdt. M.K.H. Sirait, STh : 1997 – 1999
15. Pdt. Rafles Lumban Raja, STh : 1999 – 2003
16. Pdt. P.M.H. Simangunsong, SMTh : 2003 – 2007
17. Pdt. Sabar PD. Simanungkalit : 2007 – sekarang
.
Pendeta lain yang pernah diperbantukan di HKBP Ressort Jakarta:
.
1. Pdt. H. Surtan Marpaung, STh
2. Pdt. Alboin Simanungkalit, STh
3. Pdt. S. Pasaribu
4. Pdt. D. Simangunsong
5. Pdt. Taksir Sidabutar, STh
6. Pdt. D. Hasibuan
7. Pdt. E. G. Simanjuntak
8. Pdt. Agus Dasa Silitonga (sekarang)
.
Para Sintua, Guru Huria, Bibelvrow dan Pendeta yang pernah melayani sebagai Guru Huria di HKBP Kernolong:
.
1. Gr. P.W. Situmeang : 1951 – 1954
2. St. M. Silitonga : 1959 – 1979
3. St. T. Simatupang : 1979 – 1981
4. St. G. Siregar : 1981 – 1983
5. Gr. A. Siahaan : 1981 – 1983
6. Gr. D.S. Turnip : 1987 – 1990
7. Gr. Hotler Sitompul : 1990 – 1994
8. Gr. N.W. Bancin : 1994 – 1998
9. Biv. S. br. Sitorus : 1998 – 2001
10. Pdt. R.T.L. br. Purba : 2001 - 2005
.
HKBP Kernolong Ressort Jakarta Saat ini
.
Perkembangan dan pengembangan kota Jakarta yang terus maju membuat jemaat gereja HKBP Kernolong semakin berkurang, dan perlu diketahui saat ini seperempat dari jumlah keluarga anggota jemaat HKBP Kernolong adalah na mabalu (tercatat HKBP Kernolong 400 KK). Perlu juga diketahui dari 400 KK tersebut tidak banyak lagi yang bertempat tinggal di lingkungan gereja tetapi sudah tersebar di Jakarta Pusat, bahkan di luarnya (Parserahan). Walaupun demikian, HKBP Kernolong tetap melakukan pelayanannya yaitu Tri Tugas Panggilan Gereja (Koinonia, Marturia dan Diakonia) dengan segala kekuatan yang dimilikinya. Status sebagai Gereja tua tidak membuatnya menjadi bermalas-malasan, apa yang dapat dilakukan untuk kemuliaan Tuhan akan terus dilakukan.
.
Perayaan Ulang Tahun ke-89 dan Pesta Huria tahun 2oo8
.
HKBP Kernolong yang berulang tahun ke-89 pada tanggal 20 September melakukan puncak perayaan pada Hari Minggu tanggal 16 Nopember 2008. Diharapkan untuk ulangtahun ke-90 tahun depan dapat dilakukan di bulan September. Pada perayaan tahun ini berbagai kegiatan dilakukan antara lain:
.
- Fashion Show untuk anak-anak sekolah minggu
- Lomba bercerita untuk sekolah minggu dan remaja
- Lomba Solo Vocal untuk sekolah minggu, remaja dan dewasa
- Lomba Paduan Suara antar weik
- Lomba Tenis Meja putra/putri, dan
- Lomba catur putra.
.
Pada puncak acara tanggal 16 Nopember 2008 dilakukan Ibadah Ucapan Syukur yang dipimpin Pdt. SPD. Simanungkalit (pendeta HKBP Ressort Jakarta) dan dilanjutkan perayaannya di Gedung Serbaguna sekaligus mengumpulkan dana untuk membiayai program dari Gereja HKBP Kernolong (khususnya program seksi-seksi).
.
Penutup
.
Tuhan Yesus, Raja Gereja, kiranya memberkati gerejaNya (jemaat dan majelisnya) untuk lebih meningkatkan pelayanannya di tengah-tengah dunia ini. HKBP Kernolong Ressort Jakarta, suatu ketika mungkin engkau tinggal hanya bangunan yang bersejaran yang berdiri megah karena jemaatmu sudah tersebar. Namun demikian engkau telah melakukan hal yang luar biasa untuk kemuliaan Tuhan dan selama masih ada waktu dan kesempatan tetaplah lakukan tugas panggilanmu, sebab pada waktunya semua yang di kolong langit ini akan mengalami hal yang sama. Semua akan kembali kepada penciptaNya. HKBP Kernolong kami mencintaimu, jadilah menjadi jemaat / gereja yang “Small but beautiful”.
.
Tuhan Yesus Kristus memberkati.
.
by Pdt. Agus Dasa Silitonga

Gubernur Resmikan Gereja HKBP Pasar Jambi

Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin meresmikan Gereja HKBP Kebun Kelapa, Pasar Jambi. Peresmian Gereja tersebut membuktikan bahwa perhatian masyarakat Jambi sangat besar untuk meningkatkan kehidupan beragama dan kerukunan antar umat beragama di Provinsi Jambi.
.
Gereja HKBP Pasar Jambi merupakan Gereja HKBP pertama didirikan di Jambi. Namun karena perkembangan dan pertambahan jemaat yang menuntut pelayanan pembangunan rohani dan pendidikan keagamaan yang lebih optimal, maka dikembangkanlah satu gereja HKBP di Kotabaru.
.
Sejarah ini perlu dicatat dan dicamkan bersama, agar ikatan bathin yang telah ada lebih mampu lagi untuk membentuk kebersamaan yang konstruktif, dan menjauhkan kita dari pemikiran dikotomi yang tersegmentasi akibat keinginan-keinginan tertentu.
.
Demikian dikatakan Gubernur Jambi pada acara peresmian Gereja HKBP Kebun Kelapa Ressort Kebun Kelapa Jambi (Minggu, 02/11) yang terletak di kawasan pusat Kota Jambi (didaerah Kebun Kelapa samping gedung Tri Lomba Juang Koni Jambi). Turut hadir pada Ephorus HKBP Jambi Pdt Bonar Napitupulu MTh didampingi Praeses HKBP Distrik XXV Jambi Pdt DF Sibuea MTh dan Praeses HKBP Distrik Samosir Pdt R Lumban Gaol STh.
.
Dikatakan, pembangunan rumah ibadah, senantiasa bagian yang tidak terpisahkan dan sangat strategis dalam Pembangunan Bidang Keagamaan, yang manifestasinya akan terakumulasi secara mendasar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia yang bertaqwa kepada Tuhan YME.
.
"Menyimak pembangunan bidang keagamaan di Provinsi Jambi, kita semua bangga, bahwa umat beragama di Provinsi Jambi senantiasa berada dalam suasana aman dan damai, serta penuh toleransi antar sesamanya,"katanya.
.
Gubernur dalam acara ini juga mengucapkan selamat datang kepada Praeses Distrik XXV Jambi yang baru, Pdt D.F. Sibuea, MTh, semoga pada masa mendatang dapat melanjutkan kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini.
.
Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada Praeses Distrik XXV yang lama, Bapak Pendeta R. Lumban Raja, STh, yang akan pindah ke Distrik VII Samosir, yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan jalinan silaturrahmi dengan Pemerintah Provinsi Jambi yang harmonis selama ini.
.
Acara peresmian Gereja HKBP Kebun Kelapa ini juga ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jambi. Sebelumnya, acara pisah sambut kedua Praeses tersebut juga dilakukan Sabtu (1/10) malam di gedung Budi Mulia yang turut dihadiri Ephorus HKBP. ruk
.
Sumber : Rosenman Manihuruk, Batak Pos

Rabu, 25 Juni 2008

Gereja HKBP Malang

Sejak tahun 1935 tela ada 11 KK dan 10 orang pemuda Batak yang datang hijrah dari Sumatera ke Kota Malang. Mereka terdiri dari para pekerja, pencari kerja, dan mahasiswa/pelajar. Dalam memenuhi kebutuhan kerohaniannya, mereka bergabung dengan gereja-gereja tetangga yang berlanjut dengan membentuk persekutuan dari rumah ke rumah atau meminjam Gedung Sekolah / Gedung Gereja. Kerinduan membentuk kebaktian sendiri terwujud dengan datangnya Bpk. Ds. F.K.N. Harahap yang ditempatkan sebagai tenaga pengajar (guru) di SMP Kristen Malang serta menyatakan kesediannya melayani dan mendirikan jemaat HKBP di kota Malang.
.
Pada tanggal 7 Februari 1948, Bpk. Z. Harahap ditahbiskan menjadi sintua oleh Ompu i, Pdt. Justin Sihombing (Ephorus HKBP periode 1942-1962) di Gedung Gereja Kristen Djawi Wetan (G.K.Dj.W - sekarang GKJW) Malang. Penahbisan Sintua dan kunjungan Ompu i Ephorus semakin mendorong semangat anggota jemaat untuk memiliki gedung gereja sendiri.
.
Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) yang diikuti dengan Penyerahan Kedaulatan, tahun 1949, Gedung Gereja Gereformeerde Kerk milik Belanda, yang terletak di Jl. Bromo / Welirang dapat dipergunakan oleh jemaat HKBP untuk melaksanakan kebaktian yang akhirnya dibeli oleh jemaat seharga Rp 30.000,00 (tiga puluh ribu rupiah) melalui pinjaman dari Bpk. J.K. Panggabean (PT. Piola).
.
Tanggal 27 November 1955 diadakan Pesta Peresmian Pemilikan Gedung Gereja HKBP Malang dipimpin oleh Pdt. Melanchton Pakpahan, Pendeta HKBP Resort Jakarta (Kernolong) bersama Pdt. K. Hutabarat (Pendeta Rawat Rohani Kodam VIII Brawijaya).
.
Dalam kurun waktu 40 tahun terakhir, sejak tahun 1967, gedung Gereja ini sudah mengalami renovasi beberapa kali, melalui panitia yang diketuai berturut-turut oleh Dr. A. Silitonga, Drs. B. Lubis, J. Naibaho,SH, dan Drs. P. Napitupulu. Sedangkan jumlah jemaat 290 KK atau 1.182 jiwa.
.
Gereja HKBP Malang dapat menampung 400 orang. Beralamat di Jl. Bromo No.39, di sudut pertigaan Jl. Bromo dan Jl. Welirang. Lokasinya sangat strategis dan mudah dicapai dengan sarana transport. Gedung gereja yang mungil dan indah ini berukuran 400m2 dan dibangun di atas tanah seluas 800 m2.
.
HKBP Ressort Malang dilayani oleh Pendeta Ressort Pdt. RJ. Hutagaol,STh, diperbantukan 3 orang pendeta yaitu Pdt. Tanda SM. Manik,STh, Pdt. B. Sihombing,STh, (Jember) dan Pdt. M. Simatupang,STh (Banyuwangi). Sintua di HKBP Malang sebanyak 20 orang. Perlu kami tambahkan bahwa Gereja ini diresmikan menjadi Jemaat Induk ressort Malang pada tahun 1996 oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. P.W.T. Simanjuntak yang kepanitiannya diketuai oleh Bpk. Drs. Ir. M.H. Perwira Silalahi.
.
Sumber: kalender HKBP 2008

Gereja HKBP Dolok Marlawan

HKBP Dolok Marlawan berada di Desa Dolok Marlawan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Terletak di pinggir jalan protokol Pematang Siantar - Parapat, Km 14 (sekitar 1 Km dari Tiga Balata menuju Kota Tourist Parapat). Mulai berdiri sejak September 1908 yang dipimpin oleh Guru Jemaat yang pertama Gr. Josia Aritonang. Beliaulah yang pertama bertugas melayani jemaat kepada penduduk beragama Kristen yang tinggal di sekitar Balata, Kasinder, dan Saribujawa yang beribadah di Gereja HKBP Dolok Marlawan. Karena pada saat itu (sampai dengan tahun 1918) di wilayah tuan Dolok (dahulu) atau Kecamatan Jorlang Hataran (sekarang) gereja yang ada hanya di desa Dolok Marlawan. Mulanya gereja HKBP Dolok Marlawan bukan hanya dipakai untuk tempat beribadah (kebaktian) tetapi juga dipakai untuk sarana pendidikan (sekolah).
.
Sebelum dipindahkan ke lokasi sekarang, lokasi gereja HKBP Dolok Marlawan berada di Londut (sekitar 500 M dari Balata di pinggir jalan P.Siantar-Parapat). Dan kemudian pada tahun 1916 ketika penduduk di desa ini semakin bertambah, lokasi gereja (pargodungan) dipindahkan ke Dolok Marlawan II pada saat Gr. Herman Simanjuntak (Ompung dari Pdt. E.G. Simanjuntak, mantan Praeses Batam) melayani sebagai Guru Jemaat di Gereja HKBP Dolok Marlawan.
.
HKBP Dolok Marlawan diresmikan menjadi Ressort na Gok oleh Pimpinan HKBP Pdt. Dr. J.R. Hutauruk pada tanggal 30 Desember 2001 yang pada saat itu dilayani oleh Pdt. Siman Pandapotan Hutahaean, STh (MTh) dan sekaligus beliau dikukuhkan menjadi Pendeta Ressort yang pertama di HKBP Dolok Marlawan.
.
HKBP Ressort Dolok Marlawan memiliki hanya 1 gereja pagaran yaitu HKBP Kasinder. Saat ini, HKBP Dolok Marlawan terbagi atas 7 lingkungan/sektor yaitu: Pasar Baru, Pangkalan Buntu / Sosor, Dolok Marlawan II, Lumban Baringin, Huta Siregar, Huta Sigaol, dan Dolok marlawan I, yang beranggotakan 486 KK dan dilayani oleh: Pdt. Chrisvandoli R. Harahap, STh (Pendeta Ressort), Cal.Pdt. Johannes Silalahi, STh, Biv. Tiomas br. Simamora beserta 10 orang Sintua dan 6 orang Calon Sintua yaitu: St. A. Simandjuntak, St. M.T. Manurung, St. J. Sitindaon, St. O. Siregar, St. W. Pasaribu, St. J. Nadeak, St. K. Siregar, St. M.D. Manurung, St. T. br. Sirait, dan Cal.St. B. Sirait, Cal.St. E. br. Sidabutar, Cal.St. E. Tampubolon, Cal.St. B. Manurung, Cal.St. G. Manurung, Cal.St. M. br. Simanjuntak.
.
Sumber : Kalender HKBP 2008

Gereja Sending HKBP Kelemanten

Gereja Sending HKBP di Pos Pekabaran Injil (PI) Kelemanten, Kepenghuluan Kelemanten, Bengkalis, berdiri sejak tanggal 8 November 1992.
.
Statistik akhir jemaat berjumlah 250 jiwa, yang dilayani oleh Diakones Kurniawati dengan beberapa orang Majelis Jemaat.
.
Namun, gedung gereja dan sekolah yang dibangun saat ini tidak dapat difungsikan, karena larangan Pemerintah Bengkalis dengan alasan gedung gereja dan sekolah belum memiliki IMB. Sementara ini, jemaat melakukan ibadah di rumah-rumah secara bergiliran.
.
Sumber: Kalender HKBP 2008

Gereja Sending HKBP Tanjung Paal

Gereja Sending HKBP di Pos Pekabaran Injil Ds. Tanjung Paal, Kepenghuluan Penyengat, berdiri sejak tanggal 27 Desember 1988.
.
Statistik akhir jemaat sebanyak 144 orang dan dilayani oleh Ev. Yuni Yaman Gea dibantu 3 orang Majelis Jemaat.
.
Sumber : Kalender HKBP 2008

Gereja HKBP Sihubak-hubak

Gereja HKBP Sihubak-hubak berada di Desa Lumban Binanga, Kecamatan Uluan, Kabupaten Tobasa, sejauh 5 Km dari kota Porsea. Gereja ini manjae (mekar) dari HKBP Lumban Nabolon pada bulan April tahun 1969, tepatnya hari Minggu pertama Kebangkitan Yesus Kristus. Adalah St. Jonas Manurung, St. Wall Sihaloho, St. Jesayas Nadapdap, St. Ferdinand Simangunsong, St. Andreas Manurung, dan juga Manuala Butar-butar yang memimpin jemaat itu mekar dari induknya.
.
Kebaktian perdana dilaksanakan di gedung SD Negeri Sihubak-hubak yang waktu itu Kepala Sekolah-nya adalah bapak Manuala Butar-butar. Dua tahun lamanya kebaktian dilaksanakan di gedung tersebut. Selama itu pulalah warga jemaat yang waktu itu berjumlah sekitar 80 KK, bahu-membahu dengan semangat bergotong-royong membangun gereja yang baru yang lokasinya hanya 100m dari sekolah tersebut. Dan pada tahun 1971, gereja ini sudah mulai dipergunakan.
.
Gereja ini banyak mengalami perkembangan dan pada tanggal 24 Agustus 2003, anak rantau yang tersebar di Jabodetabek dan daerah lain memprakarsai supaya gereja ini menjadi satu resort di HKBP, manjae dari Ressort Lumban Nabolon.
.
Pada tanggal 25 Desember 2003, Pimpinan HKBP menetapkan gereja ini menjadi Persiapan Ressort dengan jumlah jemaat 120 KK. Untuk mendukung pendanaan Ressort, seluruh anak rantau gereja ini melakukan malam dana di Jakarta dan terkumpullah waktu itu dana sejumlah Rp 480.000.000,- Dari dana tersebut sebanyak Rp 180.000.000,- dipergunakan untuk pembangunan Rumah Dinas Pendeta Ressort, Ruang Konsistori, MCK, dan Renovasi Gereja. Sedangkan Rp 300.000.000,- menjadi Deposito Dana Abadi HKBP Sihubak-hubak. Sesuai dengan kesepakatan, Dana Abadi tersebut berada di Jakarta yang dikelola oleh anak rantau atas nama :
- Sujono Manurung (Ketua),
- Jaman Edwin Manurung, SH (Sekretaris),
- Ir. Jainur Manurung (Bendahara),
dengan Penasehat :
- Drs. Reinhard Manurung, dan
- Kol.(Purn) Dolok Sirait
.
Dana tersebut tidak boleh berkurang dan bunganya harus dikirimkan ke HKBP Sihubak-hubak setiap bulan, dan hal itu sampai saat ini berjalan dengan lancar. Dan jika Ressort ini kelak sudah mandiri dalam bidang dana maka Dana Abadi tersebut akan diserahkan kepada HKBP Sihubak-hubak untuk dikelola sesuai dengan keperluannya.
.
Pada tanggal 27 Juni 2004, gereja ini diresmikan menjadi Ressort na Gok di HKBP oleh Sekjen HKBP, Pdt. W.T.P. Simarmata, MA dengan nama Ressort Pardomuan Nauli Sihubak-hubak. Pada saat diresmikan, ressort ini adalah Ressort Khusus, tapi dalam penatalayanan wilayah Distrik IV Toba serta adanya permohonan dari jemaat lain, maka tahun 2005, Pipmpinan HKBP menetapkan HKBP Parik dan HKBP Sampuara menjadi pagaran Ressort ini.
.
Saat ini, jemaat HKBP Sihubak-hubak berjumlah 140 KK atau 570 orang yang dilayani oleh 13 orang sintua, dengan Pendeta Ressort Pdt. R. Sihombing, STh (25 Desember 2003 - sekarang) dan Calon Bibelvrouw Riris br. Marpaung.
.
Kini Jemaat HKBP Sihubak-hubak bersama anak rantaunya hidup dalam kerukunan, melangkah bersama mewujudkan Persekutuan Kristiani yang Damai Sejahtera diikat oleh Kasih Persaudaraan (Parhahamaranggion).
.
... Idama denggan nai dohot sonang nai molo tung pungu sahundulan angka na marhahamarngg ... (Psalmen 133:1). Horas.
.
Sumber : Kalender HKBP 2008

Gereja HKBP Pardamean

Berdirinya HKBP Pardamean di Jl. Lapangan Bola Bawah No.109 Pematang Siantar bermula dari kesepakatan parsahutaon yang berdomisili di Jl. Lapangan Bola Bawah, Jl. Mangga, Jl. Pisang, dan sekitarnya yang dikoordinir oleh St. Chr. Simorangkir, St. B.T. Hutasoit, Gr. O. Harianja, St. P.H. Simatupang pada tanggal 23 Oktober 1971 di tempat kediaman Dr. O. Harianja dan dihadiri oleh 27 orang para penatua. Hasil keputusan rapat panitia yang diketuai oleh Garuda Siagian, MS. Pakpahan, IB. Siregar, dan membeli tanah pertapakan gereja seluas 18 x 100 m dari Toko Obat Segar milik Timour br. Pardede. Hari Minggu tanggal 5 Desember 1971 menjadi hari lahirnya HKBP Pardamean melalui kebaktian perdana di lokasi pertapakan gereja bekas asama bertenun yang dipimpin oleh Pdt. A. Sihombing (Pendeta Ressort Pematang Siantar) menjadi jemaat filial HKBP Pematang Siantar.
.
Berkat doa dan kerja keras panitia pembangunan gereja baru yang selanjutnya dipimpin oleh Op. Tiurma Simamora, NH. Hutasoit, St. TH. Simanjuntak, St. M. Sianturi, St. O. Panjaitan, St. Drs. P.M. Sitinjak, Gr. C. Nainggolan, St. Drs. A. Manurung, St. F. Manik, St. Pahala Nadapdap, dan Donateur BARD HERSFELD Jerman, HKBP Pardamean selesai dibangun. Hari Minggu tanggal 22 Juni 1975 manuruk gareja na imbaru yang dipimpin oleh Pdt. JBH. Sianipar dan tanggal 1 Februari 1976 menjadi Persiapan Huria.
.
Tanggal 7 November 1976, HKBP Pardamean menjadi Huria na Gok yang diresmikan oleh Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Dr. F.H. Sianipar. Tahun 1977, Pimpinan HKBP menempatkan Kandidat Pdt. Balosan Rajagukguk dan tahun 1979 Gr. Drs. JB. Tamba sebagai Guru Huria Full Time.
.
Tanggal 8 September 1985 adalah Pesta Mangompoi Gareja yang dipimpin oleh Pucuk Pimpinan HKBP Ephorus Ds. GHM. Siahaan dan Sekretaris Jenderal HKBP Ds. PM. Sihombing yang dihadiri oleh rombongan dari Gereja Bard Hersfeld Jerman, yaitu: Otto Etauud Frau Elfrida Stingel, Karlhains, Pfarrer Perels, Ehepaar Borcshel, dan didampingi St. Pahala Nadapdap.
.
Kini, HKBP Pardamean tetap berbenah diri, memiliki Gedung Serbaguna dan Rumah Dinas Guru Huria. Dan HKBP Pardamean ke depannya telah berbenah diri untuk menjadi Persiapan Ressort Istimewa. HKBP Pardamean dengan jumlah jemaat sebanyak 270 KK atau 1.120 orang yang dilayani oleh 14 orang sintua dan guru jemaat Gr. Edison Surya Saragih, SPd sebagai pimpinan jemaat.
.
Sumber : Kalender HKBP 2008

Gereja HKBP Pasir Mandoge

HKBP Pasir Mandoge berada di Distrik XXIV Tanah Jawa, terletak di atas tanah seluas lebih kurang 4.000 m2. Peresmian ressort dilaksanakan pada tanggal 12 November 2000 oleh Sekjen HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA di Gereja Oikumene PTPN IV Kebun Pasir Mandoge, sekaligus pengukuhan Pdt. Sahat M. Siahaan, SMTh sebagai pendeta ressort pertama.
.

Jumlah jemaat sebanyak 175 KK, mayoritas karyawan PTPN IV Kebun Pasir Mandoge, dan petani sawit.
.

Pada tanggal 14 September 2003, dilaksanakan Peletakan Batu Pertama pembangunan Gereja HKBP Pasir Mandoge oleh Sekjen HKBP Pdt. W.T.P. Simarmata, MA. Sumber dana pembangunan gereja HKBP Pasir Mandoge berasal dari swadaya jemaat dan bantuan dari PTPN IV Bah jambi (Development). Rencana ke depan adalah pengaspalan jalan ke gereja.
.
Panitia pembangunan tersebut adalah Drs. B. Simorangkir (PTPN IV), P. Sibuea, M. Siregar, B. Silaban Amd.Pd., E. Lumbanraja, T. Gultom, P. Tampubolon, M. Tamba, P. Sianipar.
.

HKBP Pasir Mandoge dilayani oleh Pdt. S. Siahaan, St. P. Sibarani, St. A. Manurung, St. A. Doloksaribu, St. Y. br. Tobing, St. T.P. Sagala, St. M. Manurung, St. B. Pakpahan, St. D. Manurung, St. B. Napitupulu, St. M.P. Barus SPd, St. J. Pangaribuan, St. J. Sigiro, St. A. Silalahi, St. A. Siregar, St. B. Simatupang, Cal.Sin. S. Sihombing, Cal.Sin. P. Hutabarat, Cal.Sin. A. Gultom.
.

Sumber : Kalender HKBP 2008

Gereja HKBP Ressort Silaen

Kerinduan untuk bersekutu (marminggu) yang senantiasa hidup di hati masyarakat Desa Silaen, khususnya Jemaat Silaen, memotivasi berdirinya gedung Gereja HKBP Silaen. Diprakarsai oleh Raja Polin Silaen (Op. si Raja) pada 21 November 1963 berdirilah gereja HKBP Silaen bergabung ke Ressort Parsambilan. Terpilihlah Gr. W. Siagian (orangtua Pdt. B.M. Siagian, Kepala Departemen Koinonia HKBP) menjadi Guru Jemaat yang pertama.
.
Dengan hanya berjumlah 20 KK, pada tanggal 8 Agustus 2004, HKBP Silaen memekarkan diri dari HKBP Ressort Parsambilan menjadi ressort mandiri sehingga menjadi HKBP Ressort Sialen.
.
HKBP Silaen Ressort Silaen memiliki dana abadi sejumlah Rp 400 juta. Pendapatan bungan per bulan dari dana abadi tersebut dipergunakan untuk mendukung pelayanan gereja. Sumber dana tersebut berasal dari partisipasi anak rantau.
.
HKBP Ressort Silaen dilayani oleh :
- Pdt. B.E. Sitanggang, STh,
- Biv. T.P. br. Siagian,
dan 10 orang penatua.
.
Pada usia yang masih sangat muda, HKBP Silaen beberapa kali sudah dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan di Distrik IV Toba. Terakhir menjadi tuan rumah dalam Pesta Advent NHKBP Distrik IV Toba pada tanggal 3 Desember 2007 yang dihadiri oleh 3500 pemuda gereja dan tokoh pemuda nasional.

.

Sumber : Kalender HKBP 2008

Gereja HKBP Sidihoni

HKBP ini berada di puncak Pulau Samosir, dekat Danau Sidihoni, danau di atas Danau Toba, yang ditempuh dari Pangururan sepanjang lebih kurang 8 km. Gereja ini berdiri tahun 1936 diprakarsai Zending HKBP.
.
Jumlah jemaat saat ini sebanyak 12 KK atau sekitar 30 orang. Rata-rata parminggu sebanyak 15 orang.
.
HKBP Sidihoni masuk pelayanan Ressort Ronggurnihuta,
- pendeta ressort yaitu Pdt. Nortima br. Hutasoit, STh,
- uluan ni huria : St. G. Simalango,
dengan beberapa sintua yaitu : St. R. br. Sipayung, St. N. Naibaho, dan Sintua Sitanggang.
.
Danau Sidihoni yang terletak dekat dengan gedung gereja, luasnya lebih kurang 50 rante, berada di puncak daratan, tidak pernah kering. Danau ini semula bernama : DIAHONI yang artinya : diantar makanannya. Konon dahulu kala ada seorang anak lahir yang punya kelainan alias tidak normal. Orangtuanya mengantar anak itu ke daerah tersebut. Sedangkan makanannya diantar agar anak tersebut tetap hidup. Lama-kelamaan, di tempat itu muncul air dan semakin banyak sehingga menjadi danau dan jadilah danau itu disebut TAO SIDIHONI.
.
Sumber : Kalender HKBP 2008

Kamis, 22 Mei 2008

Doa buat HKBP Kuala Lumpur, Malaysia

Puji syukur kami panjatkan kepada Yesus Kristus atas berkatNya, sehingga HKBP Kuala Lumpur sudah berdiri 5 tahun di Malaysia dengan masih menumpang di Gereja Evangelical Lutheran Church Malaysia.
.
Pelayanan pun dilayani oleh Pendeta HKBP yaitu Pdt. T. Sinaga, STh. Namun dikarenakan tidak adanya visa pekerja, maka harus pulang satu bulan sekali dan kembali ke sini tentu dengan jaminan.
.
Ini tentunya tidak efektif sekali untuk pelayanan. Ditambah lagi adalah jemaat HKBP hanya bisa bertemu 3 jam saja di gereja, karena gereja berkenaan akan dipakai untuk service (kebaktian) berikutnya.
.
Oleh karena itu medio Mei 2008, Pdt. T. Sinaga,STh bertemu dengan Kepala Departemen Diakonia HKBP untuk mengusulkan agar HKBP K.Lumpur meleburkan diri ke Lutheran Church, sehingga HKBP KL mendapat no ijin dan permit dari Kerajaan Malaysia, sehingga di jangka panjang HKBP KL bisa membeli tanah,membangun gereja sendiri dan dapat memberikan visa pekerja kepada Pendeta yang bertugas disini.
.
Tolong doakan, supaya pertemuan Kadep Diakonia HKBP dengan Bishop Evangelical Lutheran Church yang direncanakan pada bulan Juli'08 dapat menghasilkan keputusan yang terbaik untuk pelayanan bagi jemaat Indonesia secara umumnya dan jemaat Batak pada khususnya yang berada di K.Lumpur dan sekitarnya.
.
Supaya HKBP K.Lumpur bisa menjadi Rumah Doa Bagi Segala Bangsa.
.
Sekilas HKBP Kuala Lumpur
.
HKBP K. Lumpur Ressort Immanuel Dumai berdiri pada 15 Oktober 2002 disebuah rumah makan, dengan tujuan pertama untuk mempersatukan orang batak dan pekerja batak yang bekerja disini untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Setelah parmingguon di rumah makan, maka berpindah dengan menyewa gereja di Evangelical Lutheran Church, Zion Catedral No.21, Jln. Sultan Abdul Samad Kuala Lumpur. Perkembangan jemaat sungguh menggembirakan, tidak hanya pekerja Batak namun banyak juga orang lain yang sama-sama bersekutu memuji dan memuliakan namaNya..

Pendeta Huria/Uluan Huria :
01. Pdt. T. Sinaga, S.Th

Wakil Uluan Huria :
01. St. Ny. R. Batubara/br. Simanjuntak

Service:
Weeks 1 - 3 : Bahasa Batak
Week 4/5 : Bahasa Indonesia
Time : 13.00 - 16.00 Malaysia Time

Sunday School : 13.00-16.00 Malaysia Time

Dan HKBP K. Lumpur mencoba untuk menjangkau pelayanan lebih luas lagi tidak hanya kepada orang-orang Batak namun juga orang-orang Indonesia yang bekerja di Malaysia.
.
Inilah beberapa foto dari HKBP Kuala Lumpur
.

.
Sumber :
http://profiles.friendster.com/hkbpkualalumpur
email : hkbp_kl@yahoo.com.my

Rabu, 14 Mei 2008

Gereja HKBP Purwakarta

Gereja HKBP Purwakarta yang memiliki anggota jemaat sekitar 470 KK di Jl. Veteran No. 220 di daerah lintasan utama Jakarta dengan Bandung. Berdiri 32 tahun yang lalu pada Minggu, 12 Oktober 1975 sebagai jemaat filial dari HKBP Jl. Martadinata No. 96 Bandung, dipimpin Pdt. S.M. Silitonga, MTh sebagai Pendeta Ressort (mulai Juli 2007) dilayani 19 Sintua, dengan jemaat filialnya HKBP Kerawang dipimpin Pdt. A. Nainggolan, STh., dan HKBP Cikampek yang dipimpin Pdt. M. Butarbutar, STh.
.
Asal-usul keberadaan Gereja HKBP dan halak hita di Purwakarta dan sekitarnya, diawali dengan usaha mengadu nasib mencari rezeki dan beberapa orang yang datang karena ditugaskan sebagai Angkatan Bersenjata atau sebagai Pegawai , di antaranya B. Siregar (Situbuleut); St. S. Sinaga (+)/Br. Tobing, E. Daulay, Tampubolon, DM Hutapea, JP Gultom (Bapemi). Mereka termasuk sebagai perintis utama untuk membentuk kelompok orang-orang Batak (organisasi Dalihan Natolu) dan persekutuan Kristen Oikumene di Purwakarta atau Badan Kerja Sama Gereja (BKSG).
.

Bagi halak hita khususnya Tapanuli Utara, sudah tradisi, di situ langit dijunjung di situ Tuhan Yesus harus diagungkan. Dimana orang Kristen Batak berada, dia akan selalu ingat dan mengusahakan tempat kebaktian untuk melaksanakan ajaran agama dan budaya adat-istiadatnya. Banyak halak hita yang bekerja di perusahaan industri PMA dan PMDN. Namun banyak juga yang bekerja di perusahaan-perusahan swasta atau koperasi dan sebagian kecil yang berstatus pegawai negeri.
.
Memang, sebelum orang Batak datang, di Purwakarta sudah ada beberapa gereja berdiri seperti Gereja Pasundan, Gereja Katolik, dan Gereja Pantekosta. Pada gereja-gereja tersebutlah halak hita bergabung mengikuti kebaktian, sebelum gereja HKBP diresmikan tahun 1975.
.
Setelah diresmikan, gereja ini telah dilayani oleh beberapa orang Pendeta Ressort, yaitu:
- Pdt. A. Sitorus (1979-1982),
- Pdt. D. Sitorus (1982-1984),
- Pdt. J. Sirait (1984-1988),
- Pdt. BRH. Simanungkalit (1988-1993),
- Pdt. R. Butar-butar (1993-1998),
- Pdt. K. Lumbantoruan (1998-2002),
- Pdt. P. Silitonga, STh (2002-Juli 2007).
.
Kota Purwakarta yang dikembangkan menjadi daerah industri tahun 1975 dan gereja HKBP Purwakarta sering dikunjungi oleh orang-orang yang datang dari berbagai penjuru tanah air. Sembari merealisasikan kasih Tuhan dengan menikmati siraman/santapan rohani, kunjungan ke proyek Jatiluhur tidak akan pernah terlewatkan. Sebagaimana kita ketahui, keindahan dan kehebatan ciptaan Tuhan, juga terlihat nyata dari bendungan tersebut yang berfungsi sebagai pengendali banjir, pengairan, pembangkit listrik, perikanan, pariwisata, dan suplai air minum untuk 5 kabupaten yang dilalui anak sungai Purwakarta, Kerawang, Subang, Indramayu, Bekasi, dan DKI Jakarta bagian Timur.
.
Program utama pelayanan gereja HKBP Purwakarta sekarang adalah merealisasikan peningkatan tri tugas panggilan gereja (Koinonia, Marturia, dan Diakonia) dengan mewujudkan HKBP sebagai organisasi gereja yang inklusif, dialogis, dan terbuka. Gereja ini sedang melanjutkan pembangunan gedung sekolah minggu dan serba guna yang diharapkan semakin mengharumkan nama Tuhan Yesus di Purwakarta dan sekitarnya.
.
Sumber: Kalender HKBP 2008

Pos Pekabaran Injil HKBP Pasir Agung

Gereja Sending Pos Pekabaran Injil (PI) HKBP Pasir Agung berdiri sejak tanggal 7 Februari 1989 di areal tanah 50 x 50 m.
.
Statistik akhir 2007, jemaat berjumlah 98 jiwa (33 KK).
.
Dilayani oleh St. Mujari T.A.
.
Foto-foto saat Kepala Biro PI-Sending HKBP, Pdt. Tendens Simanjuntak sedang memimpin acara peletakan batu pertama pada pembangunan gedung Gereja, 13 Agustus 2006.
.
.
Sumber : Kalender HKBP 2008

Mempertahankan HKBP Ressort Binjai Baru

Pada pukul 00.00 Wib tanggal 1 Mei 2008 di kota Binjai, telah dilaksanakan kesepakatan Musyawarah Pimpinan Daerah Kota Binjai (MUSPIDA) Plus dengan Panitia Pembangunan dan Forum Ummat Islam Bersatu dalam upaya penyelesaian pembangunan Gereja HKBP Resort Binjai Baru. Pada bulan April 2008 tepatnya setelah usai Pilkada Gubsu/Wagubsu, ada upaya untuk merobohkan Gereja HKBP Binjai Baru oleh masyarakat kelurahan Jati Makmur Kota Binjai yang tidak setuju akan pendirian gereja (yang telah ada di tahun 2001) di daerah mereka.
.
Berita upaya pembongkaran gereja dan kesepakatan tersebut tersebar dari wilayah Sumut hingga Singapura dan Australia melalui website salah satu surat kabar di Sumut. Pihak HKBP tidak tinggal diam, Sekjen HKBP Pdt. WTP Simarmata, MA segera membentuk tim Advokad untuk menyelesaikan kasus tersebut dan beliaupun memberikan penghiburan kepada seluruh jemaat HKBP Binjai Baru agar kuat menghadapi situasi tersebut.
.

.
Keputusan Bersama yang merugikan pihak gereja HKBP Resort Binjai Baru Jl. DR Wahidin Lk. II Kelurahan Jati Makmur Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Walikota Binjai yang berisikan:
.
1. Pembangunan Gereja HKBP Resort Binjai Baru tidak dilanjutkan dan diambil alih oleh Pemerintah Kota Binjai beserta lahan pertapakannya menjadi asset Pemerintah Kota Binjai.
.
2.Pemerintah Kota Binjai bersama-sama dengan pihak Panitia Pembangunan Gereja HKBP Resort Binjai Baru, Perwakilan Forum Ummat Islam Bersatu dan Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Kota Binjai mencari lokasi yang sesuai untuk pembangunan Gereja HKBP Resort Binjai Baru.
.
3. Pemerintah Kota Binjai mengganti rugi/mengkompensasi bangunan beserta lahan pertapakannya sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku melalui dana APBD Kota Binjai.
.
4. Waktu penyelesaian akhir Desember 2008 dan apabila belum terpenuhi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Mendagri No. 8 dan 9 akan dimusyawarahkan kembali.
.
5. Masing-masing pihak segera mensosialisasikan hasil Keputusan Bersama ini kepada seluruh anggota dan jajaran masing-masing serta tetap menjaga ketentraman, ketertiban dan kerukunan ummat beragama di Kota Binjai.
.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Binjai G. T. Siregar mengaku terpaksa menandatangani Surat Keputusan Bersama tersebut karena ada ultimatum dari Tim Muspida Plus yang mengatakan: pada tanggal 1 mei harus ada keputusan dan jika tidak ada keputusan maka kami akan meruntuhkan gereja tersebut?. Ultimatum itu diwujudkan-nyatakan dengan sikap Pemko yang membawa alat berat ke lokasi untuk merobohkan gereja. Kondisi surat Keputusan Bersama sangat tidak sah karena tidak memiliki stampel institusi, kop surat, nomor surat apalagi logo institusi sehingga surat tersebut hanya dianggap sebagai gertakan. Untuk sementara lokasi gereja tersebut masih diamankan oleh kepolisian dengan melintangkan garis polisi (police line).
.
Keputusan Bersama yang dikeluarkan pada tanggal 1 Mei tersebut ditolak oleh jemaat HKBP Binjai Baru melalui Praeses HKBP distrik XXIII Langkat Pdt. Monang Silaban, STh pada malam harinya setelah dirapatkan terlebih dahulu bersama Sekjen HKBP Pdt. WTP Simarmata, MA dan tim Advokasi L. Sihotang SH, B. Sidauruk SH, dan O. Nainggolan SH.
.
Adapun isi penolakan tersebut adalah sebagai berikut:
.
1. Bahwa kami menolak keputusan Rapat Muspida Plus Kota Binjai, karena tidak sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
2. Bahwa peralihan asset HKBP termasuk gereja HKBP Binjai Baru, hanya dapat dilakukan/dialihkan oleh pucuk pimpinan HKBP sesuai dengan aturan yang berlaku.
3. Kami tetap mengharapkan pemerintah Kota Binjai menjalankan tugas dan kewajibannya sebagaimana tertera pada pasal 4 jo Pasal 6 Peraturan Bersama Menteri Agama No. 8 dan No. 9 tahun 2006.
4. Menyerahkan sepenuhnya keamanan dan keutuhan gedung gereja HKBP Binjai Baru kepada Pemko Binjai dan aparat kepolisian Polresta Binjai, agar tidak ada yang mengganggunya karena gedung gereja tersebut adalah milik HKBP dan belum diserahkan kepemilikannya kepada pihak manapun oleh pucuk pimpinan HKBP.
.

.
Sebelum dikeluarkan surat penolakan , jemaat HKBP Binjai Baru merasa resah dan putus asa atas kejadian tersebut. Namun kehadiran Sekjen HKBP Pdt. WTP Simarmata, MA pada saat ibadah Pesta Zending Huria tanggal 1 Mei 2008 memberikan penghiburan dan kekuatan kepada seluruh jemaat bukan hanya itu, Sekjen HKBP juga memberikan beras sipir ni tondi kepada seluruh jemaat untuk tetap teguh dalam menghadapi permasalahan yang terjadi ini. Oleh karena itu, dalam menunjukkan sikap penolakkan dari seluruh jemaat HKBP Binjai Baru maka pada tanggal 5 Mei 2008 jemaat bersepakat untuk melakukan unjuk rasa damai di gedung DPRD pukul 10.00 Wib
.
Sumber : Cln.Pdt. Muribo Pasaribu/Staff Sekjen
www.hkbp.or.id

HKBP Lumban Silintong Ressort Hinalang Silalahi

Lumban Silintong telah ditetapkan sebagai daerah tujuan wisata, jaraknya agak jauh dari HKBP Hinalang Silalahi. Hal tersebut mendorong percepatan berdirinya Pos Parmingguan Remaja yang dimulai pada tanggal 20 Juni 2004 di huta Bagasan rumah Op. Solindungan Siahaan, Ketua Pos Parmingguan adalah St. J. Siahaan (Op. Tohonan).
.
Pos Parmingguan Remaja ini berkembang menjadi Pos Kebaktian Umum dimulai tanggal 18 Juni 2006, dengan bangunan sederhana, diperbuat dari tiang bambu dan atap seng.
.
Tanggal 17 Desember 2006, Advent III, Pimpinan HKBP meresmikan Huria ini menjadi Huria na Gok, mekar dari HKBP Hinalang Silalahi.
.
Para perantau Lumban Silintong yang berdomisili di Jakarta dan luar Jakarta memberi persembahan spontanitas untuk pembelian tanah seluas kurang lebih 1500 m2. Rasa syukur yang tidak terhingga, seorang perantau yakni Bapak Mochtar Siahaan langsung melihat keadaan gereja yang masih darurat dan spontan tergerak hatinya untuk pembangunan Gereja tersebut menjadi donatur tunggal.
.
HKBP Lumban Silintong, sampai akhir 2007, jemaatnya : 130 KK, Sekolah Minggu 125 orang, Remaja/Pemuda 105 orang dan Lansia 42 orang.
.
Dilayani oleh :
1. Pdt. R. Lumban Gaol, STh. (Pendeta Ressort Hinalang Silalahi);
2. Cal.Pdt. Sabdu J. Tambunan (Pimpinan Jemaat);
3. St. J. Siahaan;
4. St. S.R. br. Siahaan (Parartaon);
5. St. J. Rajagukguk (Parhalado Ressort);
6. St. J. (Op. Tohonan) Siahaan;
7. St. K. Siahaan (Ketua Parartaon);
8. Cal.St. E. Sianipar (Bendahara);
9. Cal.St. H. Nainggolan.

Sumber : Kalender HKBP 2008

Rabu, 07 Mei 2008

Ama Parhobas HKBP Menteng Jakarta : Melengkapi Fungsi Sosial Gereja

Barangkali hanya HKBP Jalan Jambu, Menteng di Jakarta yang terdapat kumpulan Ama Parhobas (Pelayanan Kaum Bapak) yang mengaktualisasikan diri sebagai pengisi dan pelengkap tugas pelayanan sosial gereja yang tidak bisa dijangkau karena ketiadaan SDM-nya atau pun kurangnya tenaga pengurus gereja.
.
Status kumpulan Ama parhobas ini, sesungguhnya berada di luar struktural resmi pengurus gereja HKBP Menteng, namun keberadaannya sangat dibutuhkan gereja ini, mengingat jumlah pengurus gereja untuk melakukan tugas-tugas pelayanan baik bersifat kerohanian maupun sosial sangat terbatas.
.
Hebatnya, para anggota ama parhobas ini, yang jumlahnya hanya berkisar puluhan terdiri dari orang-orang sibuk. Dalam melaksanakan tugas sosial gereja, mereka tak pernah mengharapkan pamrih, bahkan untuk membiayai suatu hajatan sosial untuk gereja, mereka dengan sukacita urunan merogoh kocek sendiri.
.
Seperti beberapa bulan lalu, saat menggelar seminar Bahaya Narkoba di gereja itu, dengan mengundang Kalakhar BNN yang diwakili Brigjen Pol Muji Waluyo dan pakar seksologi dr. Naek L. Tobing, para anggota parhobas pun bergotong-royong membiayainya tanpa sedikitpun membebaninya pada kas gereja.
.
Awal Februari lalu, kumpulan kecil ini pun melaksanakan syukuran Tahun Baru di kediaman salah satu anggotanya Ir Posma Simbolon. Dihadiri sebagian besar anggota dan keluarganya, suasana kebersamaan terlihat begitu terengkuh.
.
"Ama Parhobas dibentuk untuk melayani sesuai dengan namanya. Fungsinya, menjalankan kegiatan sosial yang tidak sempat ataupun tidak dapat dijalankan pengurus gereja karena keterbatasan. Punguan ini sifatnya hanya pengabdian," ujar ketuanya DR. Sahala Lumban Gaol.
.
Menurut Staf Ahli Menkeu ini, syukuran Tahun Baru ini dilakukan sebagai ungkapan pujian kepada Tuhan yang masih memberi kesempatan dan berkatnya kepada punguan kecil ini hingga tahun 2008.
.
"Saya berharap semua anggota ama parhobas dan keluarganya dalam keadaan sehat, dan pengabdiannya kepada gereja terus meningkat. Kumpulan ini makin kompak dan solid dan terus berkarya demi kemuliaan Tuhan," tambahnya.
.
Turut hadir dalam kesempatan itu, pendeta yang bertugas di HKBP Menteng, Harry Panggabean, anggota ama parhobas seperti Tony Nababan, Posma Simbolon, Djonggi Simorangkir, Manurung. Syukuran ama parhobas pun makin meriah dengan hadirnya anak-anak, pelajar yang masih duduk di SMP, anggota punguan ini unjuk kebolehan memainkan musik band lengkap dengan mengusung beberapa tembang lawas.
.
Sumber : Mdn 01
Media Dalihan Na Tolu (Medan), Edisi 02, 25 Maret 2008
Google Search Engine
Google
·

Guestbook of HKBP

·
·


Visitor Map