·
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Desember 2008

HKBP Kecam Karya yang Melukai Perasaan Insan Beragama di Indonesia

Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mengecam setiap karya yang dapat melukai perasaan insan beragama di Indonesia. Pelaku dan jaringannya patut memperoleh ganjaran sesuai dengan hukum yang berlaku.
.
Ephorus HKBP, Pendeta Dr Bonar Napitupulu mengatakan hal tersebut menanggapi “komik elektronik” di internet yang menampilkan figur Nabi Muhammad. Karya semacam itu dinilai pucuk pimpinan HKBP sebagai karya yang agitatif dan propagandis.
.
Ditengarai, karya semacam itu sengaja dipublikasikan untuk meresahkan insan beragama dan memicu prasangka buruk antarkomunitas umat beragama di Indonesia.
.
Dalam kaitan itu, Ephorus mengingatkan semua insan bangsa Indonesia perihal etika komunikasi dalam konteks kebebasan berekspresi. Diakui bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan hasil karyanya.
.
Tetapi, kata Ephorus, kebebasan dimaksud adalah kebebasan yang beretika dan bertanggung jawab. Kebebasan individu untuk menampilkan karya harus berlandaskan sikap menghormati dan menghargai hak-hak publik.
.
Ephorus mengimbau semua warga Kristen di Indonesia, secara khusus warga HKBP, untuk tidak terlibat dengan karya-karya yang dapat melukai perasaan setiap insan beragama di Indonesia. Melainkan, harus lebih giat menggunakan hak kebebesan berekspresi yang efektif dan produktif dalam memantapkan hubungan antar-insan beragama di Indonesia. rls
.
Sumber : Batak Pos

Jumat, 12 September 2008

Pucuk Pimpinan HKBP Periode 2008-2012 Dilantik di Pearaja

LAMBAIKAN TANGAN DALAM DAMAI:
Pdt Dr Bonar Napitupulu yang terpilih menjadi Ephorus HKBP Periode 2008-2012 (kiri) bersama calon Ephorus Pdt WTP Simarmata MA, melambaikan tangan dengan kompak dan di dalam damai suka cita, setelah hasil perhitungan suara dibacakan yang dimenangkan oleh Pdt Dr Bonar Napitupulu, dalam Sinode Godang HKBPHKBP Seminarium Sipoholon. (Foto SIB/Jhon Manalu)
ke-59, Kamis (4/9) di Auditorium

Sinode Godang HKBP ke-59 di Seminarium Sipoholon telah berakhir, Sabtu (6/9) kemarin. Sinode yang belangsung aman dan lancar berhasil. memilih Ephorus, Sekjen, Kepala Departemen dan 26 Praeses untuk periode 2008-2012, Hari ini, Minggu (7/9) seluruh Pucuk Pimpinan HKBP tersebut dan 26 Praeses akan dilantik di Gereja HKBP Pearaja Tarutung.

Sebagai Ephorus Pdt Dr Bonar Napitupulu, Sekjen Pdt Ramlan Hutahaean MTh, Kepala Departemen Koinonia Pdt Dr Jamilin Sirait, Kepala Departemen Marturia Pdt Dr Binsar Nainggolan dan Kepala Departemen Diakonia Pdt Nelson Siregar.

Sedangkan 26 Praeses yang pemilihannya dilakukan, Sabtu (6/9), hingga tengah malam masih berlangsung penghitungan suara. Ada 52 orang calon Praeses yang diajukan Ephorus terpilih untuk dipilih, namun yang dipilih hanya 26 orang, di antara calon itu ada tiga orang calon pendeta perempuan.

Hasil pantauan SIB, selama berlangsung penghitungan suara untuk pemilihan Praeses, tampak masing–masing calon tidak sabar menunggu hasilnya dan mereka berulang kali beranjak dari tempat duduk melihat lebih dekat ke papan penghitungan. Sehingga berulangkali panitia mengumumkan untuk sabar.

Walaupun pemilihan telah selesai dilakukan jam 15.30 WIB, namun hingga pukul 19.00 WIB penghitungan masih berlangsung dan diperkirakan akan sampai tengah malam. Seluruh calon masih tetap bertahan di tempat duduknya, namun para peserta sudah banyak yang meninggalkan ruangan dan bahkan sudah banyak yang pulang kampung karena agenda Sinode Godang telah selesai.

Sejak hari pertama hingga hari terakhir Sinode Godang di Seminarium Sipoholon, makanan peserta dihidangkan makanan “namarmiak-miak.” Hal tersebut juga diakui salah seorang Seksi Akomodasi Pdt Kardi Simanjuntak STh. “Kita berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh peserta sinode ini. Dan dengan makanan “namarmiak-miak” alias B2 ini kita harapkan hasil sinode pun “marmiak-miak” sehingga menjadi garam dan terang dunia,” jelas Simanjuntak.

Hal yang sama diakui salah seorang peserta sinode Pdt J Simangunsung dan melihat pelaksanaan Sinode Godang ke-59 itu sangat baik Bukan hanya makanannya yang enak, tetapi juga suasana di sinode berlangsung damai penuh suka cita. “Puji Tuhan sinode kita berlangsung dalam damai,” ucapnya.

Sumber : Sinar Indonesia Baru (SIB)

Kamis, 11 September 2008

Komunitas Credit Union Modifikasi HKBP Mengucapkan Selamat Kepada Kadep Diakonia HKBP Terpilih : Pdt Nelson Siregar

Dalam Laporan Barita Pangulaon dari Kepala Departemen Diakonia HKBP Periode 2004-8, Pdt Nelson Siregar menginformasikan bahwa hingga kini telah ada 9 gelombang Pendidikan/ Pelatihan Credit Union Modifikasi di Taman Jubileum 100 Tahun GBKP Sukamakmur. Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Bapak Dr Mangara Pintor Ambarita, yang hingga kini menjabat Direktur Utama Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Pijer Podi Kekelengan, milik Yayasan Ate Keleng, GBKP.
.
Salah satu keberhasilan Departemen Diakonia pada periode ini terutama tampak dalam giatnya pelaksanaan Pelatihan-pelatihan, pembinaan, seminar dan kegiatan lain yang orientasinya adalah pemberdayaan dan peningkatan SDM warga dan para pelayan di lingkungan HKBP.
.
Banyak pihak mengakui bahwa kegiatan2 tersebut sangat membantu dalam rangka pelayanan gereja HKBP yang kian dituntut untuk menjadi holistik dan terpadu. Bagian yang sangat perlu dalam gereja terbesar dan tersebar di Asia Tenggara, bahkan di dunia ini adalah memadukan konsep dan metode pelayanan dari aras hatopan hingga ke jemaat-jemaat lokal. Satu waktu gereja di pispis ri dan di kota akan sama konsep dan pengejawantahan pelayanannya.
.
Harapan ini juga tampak dalam Sinode Godang ke-59 lalu, dengan terpilihnya kembali Bapak Pdt Nelson Siregar, figur yang diharapkan dalam memimpin Departemen yang kini ngetrend ini, istimewa menyambut rangkaian persiapan Jubileum 150 Tahun HKBP yaitu TAHUN DIAKONIA pada 2009.
.
Komunitas CUM pada waktu yang tidak lama seharusnya dapat memfasilitasi sendiri pelatihan-pelatihan kepada para Calon Manager MicroFinance, pelatihan peternakan, pertanian dlsb. Mendukung ekonomi kerakyatan dan gereja. Juga implementasi akuntabilitas, dan transparansi yang didengungdengungkan dalam institusi ini dapat terwujud dengan teladan dari sistem otonom akuntansoi CUM di HKBP.
.
Selamat kepada Bapak Pdt Nelson Siregar, semoga Tuhan memberi kesehatan, hikmat dan kekuatan yang darinya untuk memimpin Departemen Diakonia HKBP 4 tahun ke depan menyongsong masa depan gereja yang lebih baik.
.
Sumber : Bakti J. Situmorang

Meskipun Tidak Menjadi Ephorus, Pdt WTP Simarmata MA Tidak akan Tinggalkan HKBP

Mantan Sekjen HKBP dua periode Pdt WTP Simarmata MA menegaskan, tidak akan meninggalkan HKBP, meskipun tidak terpilih menjadi Ephorus periode 2008-2012 dalam Sinode Godang HKBP ke-59 yang telah selesai dengan baik di Seminarium Sipoholon.

Simarmata yang juga Ketua Umum PGI Wilayah Sumut itu mengatakan, tetap mendukung dan mendoakan Pucuk Pimpinan HKBP hasil Sinode Godang tersebut yaitu Ephorus Pdt Dr Bonar Napitupulu, Sekjen Pdt Ramlan Hutahaean MTh dan para kepala departemen, sehingga sukses dalam menjalankan pelayanannya selama 4 tahun ke depan. “Selain itu, saya juga akan meminta mitra-mitra dan oikumenis nasional dan internasional untuk mendukung program Pimpinan HKBP,” tegasnya menjawab Wartawan SIB, Senin (8/9).

Dengan tidak terpilih sebagai Ephorus, Simarmata tetap siap sedia mengemban tugas pelayanan baru di HKBP yang akan diberikan Pucuk Pimpinan, namun dirinya mengharapkan agar Ephorus dapat menempatkannya dalam Badan Pekabaran Injil HKBP. Badan ini telah diputuskan dalam rapat Majelis Pekerja Sinode HKBP. “Walaupun ada Biro Pekabaran Injil yang atasannya Marturia, namun saya mengharap agar Ephorus dapat memakai saya sebagai Kepala atau Pimpinan Badan Pekabaran Injil HKBP. Memang ada ajakan supaya saya menjadi pendeta resort, namun saya lebih tertarik menjadi Pimpinan Badan Pekabaran Injil,” harapnya.
.
Alasannya, bahwa Simarmata lebih tertarik membangun warga jemaat di daerah-daerah terpencil seperti di Pulau Rupat, Mentawai dan lain-lain, bahkan di luar negeri yang belum tersentuh pelayanan HKBP. “Cita-cita saya agar pelayanan ini dilakukan secara modern, bukan hanya memberitakan Injil namun juga menyangkut pembangunan pertanian, pendidikan, kesehatan maupun persekutuan di berbagai daerah termasuk pembinaan buruh pabrik, dengan didorong thema Sinode Godang HKBP ke-59 yaitu “Beritakanlah Injil ke segala makhluk.”
.
“Saya menyadari bahwa tugas itu sangat mendesak, karena warga kita masih banyak yang miskin dan butuh perhatian dari HKBP. Tujuan kita adalah mensejahterakan masyarakat,” jelasnya.
.
Selain itu, Simarmata juga akan menggunakan waktu untuk mendorong pembentukan Propinsi Tapanuli, karena tujuannya untuk mensejahterahkan masyarakat, bukan tujuan kelompok tertentu.
.
“Memang banyak tawaran baru dari teman-teman untuk kegiatan oikumenis gereja, baik itu untuk Ketua atau Sekum PGI Pusat maupun oikumenis lainnya, namun saat ini saya lebih tertarik di HKBP.
.
Mengenai pelaksanaan Sinode Godang yang telah usai, ia menjelaskan bahwa sinode telah berlangsung lancar dan damai. “Ke depan, tetaplah menjaga keutuhan HKBP,” jelasnya. (M19/d)

Sabtu, 06 September 2008

Pdt Ramlan Hutahaean MTh Terpilih Menjadi Sekjen HKBP

Melalui pemilihan yang berlangsung dua putaran dalam Sinode Godang HKBP ke-59 di Auditorium Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara, Kamis (4/9) malam hingga Jumat (5/9) dini hari, Pdt Ramlan Hutahaean MTh terpilih menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKBP periode 2008-2012.
.
Dalam pemilihan putaran kedua tersebut Pdt Ramlan Hutahaean MTh mendulang suara 739 suara mengungguli calon lainnya Pdt Rambio J Hutagaol. Saat itu sinodestan yang memberikan hak suaranya 1.117 orang dan dari jumlah itu 6 suara dinyatakan batal.
.
Penetapan Pdt Ramlan Hutahaean MTh dan Pdt Rambio J Hutagaol maju ke putaran kedua pemilihan Sekjen karena pada pemilihan putaran pertama yang diikuti 6 calon keduanya merupakan peraih suara terbanyak dan tidak ada yang menembus perolehan suara dengan ketentuan ½ N + 1.
.
Pada putaran pertama yang dimulai Kamis malam (4/9) sekira pukul 21.00 WIB, jumlah calon yang tampil sebanyak enam orang masing-masing Pdt Ramlan Hutahaean MTh memperoleh sebanyak 474 suara, Pdt Rambio J Hutagaol mendapat 266 suara, Pdt Janter Tambunan mendapat 172 suara, Pdt BDF Sidabutar mendapat 90 suara, Pdt Darwin Lumbantobing mendapat 141 suara dan Pdt STP Siahaan mendapat 79 suara.
.
Dengan terpilihnya Pdt Ramlan Hutahaean MTh yang sebelumnya menjabat sebagai Pendeta Ressort Tanah Tinggi Jakarta Timur, maka Sinode Godang telah berhasil melaksanakan dua agenda pemilihan setelah sebelumnya menetapkan Pdt DR Bonar Napitupulu sebagai Ephorus HKBP yang juga melalui pemilihan sebanyak dua putaran.
.
Setelah terpilih menjadi Sekjen HKBP periode 2008-2012, Pdt Ramlan Hutahaean MTh dalam perbincangannya dengan wartawan mengatakan harapan ke depan sebagai pucuk pimpinan HKBP adalah HKBP menjadi garam dan kesaksiannya di dengar serta keberadaan HKBP dalam pelayanannya terasa di semua tempat dan diterima seluruh masyarakat.
.
Ia berpendapat, bahwa akhir-akhir ini HKBP terlihat sudah semakin matang dan mulai mampu berbeda pendapat sebagaimana yang diperlihatkan pada Sinode Godang ke-59 yang sedang dilaksanakan.
.
DR Jamilin Sirait Kadep Koinonia
.
Sementara itu, pada agenda pemilihan yang ketiga yaitu pemilihan Kepala Departemen (Kadep) Koinonia berhasil dimenangkan Pdt DR Jamilin Sirait yang juga melalui pemilihan putaran kedua.
.
Dalam pemilihan tersebut Pdt DR Jamilin Sirait memperoleh sebanyak 660 suara mengungguli calon lainnya Pdt BM Siagian (Kepala Departemen Koinonia periode 2004-2008) yang mendapatkan 520. Pada saat itu jumlah sinodestan yang memberikan hak suaranya 1.192 orang dan dari jumlah itu 12 suara dinyatakan batal.
.
Putaran pertama pemilihan Kadep Koinonia diikuti 3 calon yaitu Pdt BM Siagian memperoleh 455 suara, Pdt Jamilin Sirait mendapatkan 435 suara dan Pdt Willem Tampubolon mendapat 293 suara. Dengan hasil perolehan suara tersebut Pdt BM Siagian dan Pdt Jamilin Sirait dinyatakan maju ke putaran kedua yang berhasil dimenangkan Pdt DR Jamilin Sirait. (PR3/M19/y)
.
Sumber : Sinar Indonesia Baru (SIB)

DR Bonar Napitupulu Terpilih Kembali Jadi Ephorus HKBP

Diawali perhitungan suara yang sempat berlangsung cukup ketat, akhirnya Ephorus Pdt DR Bonar Napitupulu terpilih menjadi Ephorus HKBP periode 2008-2012 pada Sinode Godang HKBP dengan agenda pemilihan Ephorus, di Auditorium Seminarium Sipoholon, Tapanuli Utara, Kamis (4/9).
.
Penetapan Ephorus terpilih tersebut melalui pemilihan putaran kedua dengan hasil akhir perolehan suara untuk Pdt DR Bonar Napitupulu sebanyak 682 suara dan calon lainnya yaitu Pdt WTP Simarmata MA mendapat sebanyak 585 suara, selisih 97 suara.
.
Selisih suara kedua calon tersebut sebanyak 97 untuk keunggulan Pdt DR Bonar Napitupulu dari sebanyak 2.268 sinodestan yang berhak memberikan suara dalam pemilihan tersebut. Dan dari jumlah itu, satu suara dinyatakan batal.
.
Pemilihan Ephorus HKBP terpaksa dilakukan dua putaran karena pada putaran pertama yang diikuti 3 calon yaitu Pdt DR Bonar Napitupulu, Pdt WTP Simarmata MA dan Pdt DR Jamilin Sirait tak satupun di antara calon yang dapat memenuhi suara sesuai ketentuan yaitu 1/2N + 1. Pada putaran pertama tersebut, Pdt DR Bonar Napitupulu memperoleh 602 suara, Pdt WTP Simarmata MA 474 suara dan Pdt DR Jamilin Sirait 192 suara.
.
Mengetahui hasil akhir perhitungan suara, Pdt DR Bonar Napitupulu mendapat ucapan selamat dari Pdt WTP Simarmata MA dan keduanya saling berpelukan sangat erat dan foto bersama di Altar Auditorium Seminarium Sipoholon. Pada saat para sinodestan dan peninjau yang setia mengikuti perhitungan suara memberikan applaus kepada kedua tokoh HKBP tersebut yang terlihat sangat akrab dan tidak sedikitpun wajahnya memancarkan ketegangan karena persaingan.
.
Usai perhitungan suara dan penetapan pemenang oleh panitia pemilihan, kepada Pdt PWT Simarmata MA diberikan kesempatan untuk menyampaikan sepatah kata kepada sinodestan dan peninjau.
.
Mengawali ucapannya, Pdt WTP Simarmata MA mengajak seluruh pimpinan HKBP dan hadirin untuk mengucapkan puji syukur kepada Tuhan karena sinode godang HKBP pemilihan Ephorus dapat berjalan dengan baik dan lancar.
.
Selanjutnya seluruh peserta sinode diajak secara bersama-sama bergembira dan mengucapkan selamat kepada Pdt DR Bonar Napitupulu yang terpilih sebagai Ephorus HKBP.
.
Pdt Simarmata juga mengulangi seruannya pada saat pembukaan sinode ketika memberikan laporan sebagai Ketua Umum Panitia Sinode Godang yang menghimbau agar keutuhan HKBP tetap dijaga. Juga diminta agar ditunjukkan kepada seluruh dunia bahwa kedamaian ada di HKBP.
.
Selanjutnya kepada pendukung yang telah memilihnya, Simarmata meminta supaya semuanya mendukung kepemimpinan Pdt DR Bonar Napitupulu sebagai Ephorus HKBP. “Sisada tangiang do hita songon naposo ni Tuhan I, asa tapareahi nadumenggan membangun bangsa dan negara dohot masyarakat, ai tusido hita di jou asa gabe pasu-pasu hurianta di tonga-tonga ni nahumaliang hita,” sebut Simarmata mengakhiri sambutannya yang disambut tepuk tangan sinodestan terutama setelah ditegaskan kembali bahwa pihaknya akan mendukung pimpinan HKBP dalam pelaksanaan seluruh tugas pelayanan di tengah-tengah HKBP.
.
Pemilihan berlangsung lancar dan tertib serta dengan kondisi yang kondusif dipimpin Ketua Panitia Pemilihan Pdt Syarif Nababan yang merupakan pendeta tertua HKBP pada pelaksanaan sinode tersebut. Acara pemilihan dimulai sekira pukul 09.00 WIB dan berakhir sekira pukul 19.00 WIB.
.
Acara sinode kembali dilanjutkan untuk kebaktian syukuran terpilihnya Ephorus dan akan dilanjutkan untuk pemilihan Sekretaris Jenderal (Sekjen) HKBP, kepala-kepala departemen dan praeses untuk 26 distrik periode 2008-2012. Sedangkan pelantikan Ephorus terpilih dilaksanakan, Minggu 7 September 2008 dalam acara kebaktian di Gereja HKBP Pearaja Tarutung oleh pendeta tertua di HKBP. (PR3/y)
.
Sumber : Sinar Indonesia Baru (SIB)

Kemajuan, Pemilihan Ephorus HKBP Tenang

"Jumlah personel yang diturunkan untuk melakukan pengamanan dalam pemilihan ephorus di hari ini mencapai 250 orang," ujar Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tapanuli Utara, AKBP Edi Hasiolan Napitupulu kepada SP, saat dihubungi, Kamis (4/9) pagi.

Menurut Edi Hasiolan, sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda gejolak dalam pemilihan ephorus tersebut. Napitupulu berkeyakinan, pemilihan ephorus untuk kali ini berjalan lancar.

"Mudah - mudahan berjalan dengan baik tanpa adanya perseteruan di antara jemaat HKBP. Para jemaat pun memang terlihat tenang dan tidak menginginkan adanya perselisihan dalam pemilihan ini," sebutnya.

Sejumlah tokoh nasional yang hadir dalam pemilihan ephorus tersebut adalah Mochtar Pakpahan, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut, Nurdin Tampubolon dan sejumlah tokoh lainnya.
.
.
Calon Bersaing

Tiga calon akan bersaing dalam pemilihan ephorus HKBP tersebut, adalah Pdt WTP Simarmata MA (Sekjen HKBP 2004-2008), Pdt DR Bonar Napitupulu (Ephorus HKBP 2004-2008), dan Pdt Jamilin Sirait (Ketua Rapat Pendeta).

Mochtar Pakpahan menyampaikan, banyak kemajuan dalam hal pelayanan, dari awal sampai akhir pemilihan ephorus ini. Apalagi pemilihan kali ini tidak ada di antara jemaat yang berkelompok-kelompok untuk saling mendukung.

Sumber : Suara Pembaruan/VM

Rabu, 03 September 2008

Dalam Sinode Godang HKBP, 3 Calon Ephorus, 6 Calon Sekjen Akan Dipilih

Dalam Sinode Godang HKBP 1-7 September 2008 nanti, dipastikan tampil 3 calon Ephorus, 6 calon Sekjen dan sejumlah calon Kepala Departemen.

Nama-nama calon tersebut antara lain, sebagai calon Ephorus yaitu, Pdt Dr Bonar Napitupulu (saat ini Ephorus), Pdt WTP Simarmata MA (saat ini Sekjen) dan Pdt Dr J Sirait (mantan Ketua STT Siantar). Sedangkan untuk calon Sekjen antara lain, Pdt RJ Hutagaol STh, Pdt BDF Sidabutar STh, Pdt Ramlan Hutahaean, Pdt STP Siahaan, Pdt Janter Tambunan dan Pdt Dr Darwin Lumbantobing.

Masing-masing calon yang akan tampil dalam Sinode Godang nanti, belum berhasil dikonfirmasi. Namun Ketua Umum Panitia Sinode Godang Pdt WTP Simarmata MA saat dikonfirmasi Wartawan SIB Jhon Manalu via telepon, Kamis (28/8) membenarkan nama-nama tersebut.
Disebutkan, semua calon adalah yang terbaik dari hasil sinode distrik. Masing-masing memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berbeda-beda. Namun yang menentukan siapa yang menjadi Ephorus dan Sekjen HKBP periode 2008-2012 adalah hasil Sinode Godang nanti.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada Tuhan, bahwa Tuhan-lah yang menentukan bagi gerejaNya,” jelas Simarmata.

Ketika ditanya, apa jabatan masing-masing calon Sekjen sekarang ini. Simarmata menjelaskan, Pdt RJ Hutagaol pernah Praeses HKBP di Jawa-Kalimantan, pernah Praeses di Medan-Aceh, pernah anggota Majelis Pusat, pernah Kepala Biro Inspektorat HKBP dan belajar di Australia.

Pdt Ramlan Hutahaean saat ini Pendeta Resort di Jakarta, pernah Majelis Pusat dan Biro Personalia HKBP. Pdt STP Siahaan pernah Biro Keuangan dan pernah Praeses di Jawa-Kalimantan dan di Labuhan Batu. Pdt BDF Sidabutar saat ini Praeses Jawa-Kalimantan. Sedangkan Pdt Dr Darwin Lumbantobing saat ini sebagai Ketua STT HKBP Siantar.

Menyinggung untuk calon Kepala Departeman Koinonia, Marturia dan Diakonia?. Sekjen HKBP itu mengatakan, calon Kepala Departemen Koinonia ada muncul nama antara lain Pdt Welman Tampubolon STh saat ini Praeses Silindung, Pdt BM Siagian saat ini Kepala Departemen Koinonia. Untuk Kepala Departemen Marturia antara lain Pdt SMP Hutasoit saat ini Praeses Sibolga, Pdt JAU Doloksaribu MMin saat ini Praeses di Jakarta, Pdt Dr B Nainggolan dosen STT HKBP dan Pdt JM Manullang MTh saat ini Praeses Sumbangsel.

Sedangkan untuk calon Kepala Departemen Diakonia antara lain, Pdt Nelson Siregar saat ini Kepala Diakonia dan Pdt Dr Plasthon Simanjuntak saat ini Praeses Sumatera Timur.

Sementara itu, menurut Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh Pdt Midian KH Sirait saat dikonfirmasi, Kamis (28/8) juga membenarkan nama-nama kandidat itu. Sedangkan untuk calon Kepala Departemen Marturia ditambahkannya, Pdt COR Silaban.

Midian, menambahkan, semua calon tersebut sudah final karena merupakan hasil sinode distrik pada Juli 2008 lalu.

Dijelaskan, untuk calon Praeses akan ditentukan oleh Ephorus terpilih sebanyak 52 calon, kemudian di sinode dipilih 26 orang menjadi Praeses. Ia berharap, sinode godang tersebut berlangsung dalam damai. (M19/u)

Sumber: Harian SIB

Pembukaan Sinode Godang HKBP ke-59

Seminarium Sipoholon,

Sinode Godang HKBP dilaksanakan setiap 4 tahun sekali; dan setiap 4 tahun sekali itulah perjumpaan sesama pendeta dan sintua berlangsung. Bercerita, bercanda serta bertukar pikiran menghiasi hari pertama Sinode Godang HKBP di Seminarium Sipoholon. Kisah lampau dikenang dan dikemas dengan tawa dan canda. Bagi HKBP yang jemaatnya tersebar di dunia memanglah wajar memanfaatkan Sinode Godang untuk wadah bertemu dan bercanda bersama. Ada juga yang memakai pertemuan di Sinode Godang ini untuk saling berkenalan mengingat banyaknya jumlah peserta yang belum pernah bertemu sebelumnya. Pada hari pertama Sinode Godang HKBP juga dipakai untuk pendaftaran para sinodestan, dan peninjau. Banyaknya jumlah para peserta, serta terlembatnya kredensi yang diterima panitia membuat panitia bekerja ekstra keras. Bagian sekretariatan misalnya yang tiada habis-habisnya terus melayani para peserta dan bekerja hingga pukul 01.00 wib.

Pada esok harinya, pembukaan Sinode Godang HKBP ke-59 dilaksanakan melalui kebaktian dan acara Perjamuan Kudus. Hadir kurang lebih 2.000 pada pembukaan Sinode Godang tersebut. Semuanya ini berasal dari unsur Pendeta, utusan Guru Huria,utusan Bibelvrow, utusan Diakones, Sintua yang merupakan utusan dari Ressort, utusan Parompuan dan utusan Pemuda, serta peninjau dan wartawan. Dari semua peserta, turut hadir juga para peninjau yang datang dari setiap distrik. Setelah acara kebaktian selesai panitia langsung melakukan penyambutan atas hadirnya Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin Silaban, SE beserta Rombongan yang terdiridari Bupati dari kawasan Tapanuli, diantaranya Torang Lumbantobing Bupati Tapanuli Utara, Mangindar Simbolon Bupati Samosir, St. Monang Sitorus Bupati TOBASA, Sahat Panggabean, MM Walikota Sibolga, St. Drs Maddin Sihombing MSi Bupati Humbang dll. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Pdt. Donald Sipahutah, STh dan mengheningkan cipta yang di pimpin langsung Op Ephorus Dr. Bonar Napitupulu acara di lanjutkan dengan penyampaian kata-kata sambutan. Gubernur Sumatera Utara dalam sambutannya berpesan: �jagalah kedamaian, sabar itu pahit tapi buahnya pasti manis. Sabar melakukan perjalanan itu jangan malas. Saudara jadilalah kristiani yang baik tapi bukan berarti berhenti. Apabila ada terjadi keributan di Sinode Godang ini saya akan ber-Doa supaya judas-judas itu di selesaikan, karena yang paling tahu menyelesaikan judas-judas itu adalah Tuhan�,
.
Sumber : www.hkbp.or.id

Kamis, 31 Juli 2008

STT SETIA Diserang Massa

Sekolah Tinggi Theologi Arastamar (STT Setia) Jakarta, Sabtu, 26 Juli 2008, jam 11 malam diserang ribuan massa bersenjata tajam, terjadi bentrokan pisik, dan ada yang mengalami luka-luka. Massa yang berjumlah ribuan itu sebagian besar berasal dari luar kampung Pulo, bukan warga setempat.
.
Penyerangan itu telah direncanakan, karena sebagian penyerang yang berasal dari luar kampung itu telah menginap dirumah-rumah penduduk, sebelum penyerangan. Polisi lagi-lagi tak mampu bertindak tegas, apalagi mengantisipasinya. Sebagian mahasiswa telah dievakuasi, dan pada hari Minggu tanggal 27 malam ini, 500 mahasiswa yang masih berada di asrama akan dievakuasi oleh aparat kepolisian. Bukan hanya itu, warga Kristen yang berdomisili dekat kampus tersebut juga ikut mengungsi kerumah-kerumah sudara, kenalan mereka yang berada di luar kampung itu. Suasana mencekam masih dirasakan hingga kini.
.
Menurut cerita penduduk setempat, penyerangan itu dilatar belakangi oleh persoalan "sepele". Seorang mahasiswa baru mengalami kesulitan untuk kembali ke kampus. Saat itu adalah masa orientasi sekolah. Mahasiswa tersebut ingin bertanya mengenai jalan pulang pada warga, kebetulan pada waktu itu ada pengajian di sebuah rumah warga. Beberapa orang meneriakkan mahasiswa itu maling, dan jadilah ia bulan-bulanan amuk massa, dan kemudian dibawa ke kantor polisi.

Peristiwa itu kemudian diumumkan di Mesjid di sekitar Kampung Pulo, tempat sekolah itu berada, "Telah tertangkap seorang mahasiswa STT Setia yang kedapatan Mencuri, dan telah diserahkan ke kantor polisi". Setelah kejadian itu, ratusan orang berdatangan ke kampung Pulo, dan tinggal di rumah penduduk. Sekitar 70-an orang setiap hari, sebelum kejadian itu, berlalu lalang membawa senjata tajam di jalan-jalan dekat kampus STT Setia. Puncaknya dua hari kemudian, tanggal 26/7/2008 jam sebelas malam terjadilah penyerangan terhadap STT Setia. Mahasiswa melawan, yang berasal dari Irian, menggunakan panah melawan penyerang. Beberapa kali bom molotop dilemparkan ke areal kampus, namun selalu berhasil dipadamkan. kepolisian tampaknya kewalahan menghadapi hal tersebut, dan berusaha mengevakuasi mahasiswa yang ada. Kemarin malam mahasiswa yang berada di RT 4 dan RT 2, khususnya mahasiswa putri telah dievakuasi. Sisanya kira-kira sejumlah 500 orang akan di evakuasi malam ini, 27/8/2008. Kalau saja polisi tanggap, peristiwa tersebut tidak perlu terjadi, karena sebelum penyerangan sekitar 70 orang setiap hari berlalu lalang membawa senjata tajam di depam kampus STT Setia. Peristiwa penyerangan terhadap STT Setia sekali lagi merupakan kegagalan pemerintah untuk melindungi warganya. Sampai saat ini tak ada bukti bahwa mahasiswa STT Setia yang dipukuli warga tersebut kedapatan mencuri. Namun, jika pun ada bukti, penyerangan terhadap STT tetap saja tak dapat dibenarkan.
.
Tahun lalu, salah satu asrama STT ini dibakar massa FPI, dan itu sebenarnya itu bisa menjadi alasan bahwa polisi semestinya mewaspadai kejadian itu. Lebih mengherankan lagi, BIN juga tak mampu mendeteksi serangan yang sebenarnya kasat mata itu.
.
Jumlah mahasiswa STT Setia kira-kira 1300 mahasiswa, saat ini mereka berada dalam kesulitan. Ketua STT Setia bersedia pindah dari tempat itu, asal saja pemerintah mau membayar asset STT Setia yang ada. Setelah evakuasi terakhir, kita tidak tahu sampai kapan tempat itu dapat digunakan kembali. Bayangkanlah apa jadinya dengan nasib ribuan mahasiswa itu.
.
Sumber : Pdt. Binsar A. Hutabarat, M.C.S.

Minggu, 13 Juli 2008

Gereja Kian Tak Mampu Kendalikan Perceraian

[JAMBI] Gereja-gereja dan lembaga adat Batak semakin tak mampu mengendalikan kasus-kasus perceraian di tengah kehidupan warganya. Indikasi ini nampak dari meningkatnya kasus perceraian di kantong-kantong komunitas umat Kristen dan masyarakat Batak hingga 25 persen.

Peranan gereja dan lembaga adat Batak semakin lemah mencegah dan mengatasi kasus perseraian karena warganya cenderung mengabaikan nilai-nilai agama dan adat dalam kehidupan keluarga.

Demikian dikatakan Ketua Umum Kerukunan Masyarakat Batak (Kerabat) Indonesia, Henry P Panggabean, pada seminar bertajuk "Budaya Batak di Tengah Gereja", di Kota Jambi, Sabtu (5/7). Praeses Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik XXV Jambi, Pdt R Lumban Raja STh, turut menjadi berbicara pada seminar yang diikuti sekitar 100 tokoh budaya Batak Jambi itu.

Menurut Panggabean, ikatan perkawinan di kalangan umat Kristen dan masyarakat Batak belakangan ini semakin rapuh karena kalangan generasi mudanya tidak lagi menghargai adat dan agama dalam kehidupan keluarga mereka.

Keluarga baru yang terbentuk di kalangan kaum muda kurang menghargai nilai-nilai sakral perkawinan karena pemahaman terhadap makna adat dan agama semakin merosot.

Dia menjelaskan, salah satu fakta kerapuhan keluarga di kalangan komunitas umat Kristen dan masyarakat Batak ini nampak dari tingginya angka perceraian.

Kasus perceraian di Tapanuli Utara saat ini mencapai 20 persen. Kemudian kasus perceraian di Kabupaten Karo mencapai 25 persen. Keadaan ini semakin mengarah kepada gejala kehidupan keluarga di lingkungan komunitas Kristen Sulawesi Utara yang tingkat perceraiannya mencapai 65 persen.

Tingginya kasus perceraian di kantong-kantong umat Kristen dan masyarakat adat ini, katanya, karena adat tidak digunakan lagi sebagai salah satu pondasi memperkokoh ikatan perkawinan.

Agama juga hanya dianggap sebagai formalitas hidup, sehingga kehidupan gerejawi di tengah keluarga ditinggalkan. Keadaan ini sudah mengarah ke gaya hidup masyarakat Eropa yang memiliki angka perceraian hingga 75 persen.

"Sekitar 30 persen pendeta di lingkungan HKBP tidak memahami adat Batak. Hal ini membuat kegiatan pelayanan gereja semakin mengabaikan adat. Akibatnya, umatnya juga kurang menghargai adat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam perkawinan," ucapnya.


Bertele-tele

Sementara itu, Lumban Raja mengatakan, masyarakat Batak cenderung meninggalkan adat-istiadat, termasuk adat perkawinan karena pelaksanaan adat tersebut terlalu bertele-tele. Rangkaian adat yang membosankan ini perlu dipersingkat agar tidak semakin ditinggalkan.

Menurut Lumban Raja, adat-istiadat perkawinan Batak sangat mendukung gereja dalam membangun keutuhan dan keharmonisan keluarga. Karena itu, tokoh-tokoh adat perlu membuat rangkaian pelaksanaan adat yang ringkas tanpa mengurangi nilai sakralnya.

Hal ini penting agar masyarakat Batak tidak melupakan makna adat dalam pembangunan keluarga bahagia dan sejahtera. [141]

Sumber : Suara Pembaruan, Senin, 7 Juli 2008

Kamis, 03 April 2008

Jemaat HKBP Rajeg Bisa Beribadah Kembali

Jemaat Gereja HKBP Rajeg, Tangerang, Banten, sejak lima bulan lalu boleh bernafas lega. Pasalnya, mereka telah diperbolehkan kembali untuk melaksanakan ibadah seperti sediakala, meski dari rumah ke rumah jemaat. Kepastian tersebut diperoleh setelah ditandatanganinya surat pernyataan bersama antara pimpinan HKBP Rajeg, Pdt Ernawati Hasugian STh dengan Ketua RW 01 Pondok Sukatani Permai Hadi Sucipto, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten pada 12 September 2007 lalu, yang disaksikan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Rajeg, KH Bahrudin, anggota FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) Tangerang, Fritz Kandori, Kepala KUA Kecamatan Rajeg Drs.H. Rohimin dan Kanwil depag Baten, Youke Sinyal, MTh.
.
Dalam surat pernyataan bersama tersebut terdapat tiga poin yang harus dipatuhi oleh kedua belah pihak.
.
Pertama, pihak pertama bersedia menarik gugatan dari Polres Tigaraksa Tangerang terhadap tiga oang warga Pondok Sukatani.
.
Kedua, pihak kedua atas nama masyarakat Pondok Sukatani Permai memberikan jaminan dan kenyamanan kepada pihak pertama untuk melaksanakan ibadah dengan cara berpindah-pindah tempat di Pondok Sukatani Permai, Rajeg.
.
Ketiga, masing-masing pihak bertanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam hal beribadah.
.
Apabila terjadi pelanggaran atas kesepakatan tersebut di atas, maka akan diselesaikan dengan cara musyawarah. Apabila musyawaah tidak tercapai, maka kedua belahpihak dapat menempuh jalur hukum.
.
Atas peran Hanny Lawrence
.
Adanya perundingan damai terhadap kasus yang menimpa HKBP Rajeg ini, tidak lepas dari peran Ketua DPW PDS (Partai Damai Sejahtera) Banten, Hanny Lawrence yang memberikan respons cepat setelah mendengar adanya penyerangan tersebut. "Kebetulan waktu itu saya di Tangerang. Lalu kami meluncur ke Rajeg. Sampai di sana sudah sore, tidak ada lagi jemaat maupun massa. Tapi sisa-sia kerusuhan masih tampak. Tempat ibadah diberi garis polisi," kata Hanny yang memang telah dikenal oleh berbagai ormas di daerah Tangerang ini, ketika ditemui belum lama ini.
.
Lanjut Hanny, ia pun menghubungi beberapa pipinan Muspida di Tangerang, untuk mengatur pertemuan tersebut. Menurutnya, proses kesepakatan berjalan dengan alot. "Kita juga bersyukur Camat Rajeg mau berinisiatif mempertemukan pihak gereja dengan warga masyarakat, sehingga tercapai kesepakatanbersama pada 12 September lalu. Terima kasih atas kebijakan aparat pemerintah Rajeg, tokoh masyarakat serta tokoh agama Rajeg,"imbuhnya.
.
Sebagaimana diketahui, pada Minggu 2 September 2007 lalu, jemaat HKBP Rajeg disatroni oleh sekelompok massa, dengan melempari jemat yang saat itu mengikuti ibadah. Sejumlah jemaat menjadi korban aksi pelemparan batu, salah satunya adalah Pdt JAU Doloksaribu, Praeses HKBP Distrik Jakarta II.
.
Saat peristiwa itu terjadi, jemaat HKBP Rajeg sedang melaksanakan ibadah syukur atas keberhasilan Pilkada DKI Jakarta 2007 dan mendoakan persiapan pemilihan Bupati - Wakil Bupati Kabupaten Tangerang. Jumlah jemaat yang hadir dalam kebaktian saat itu diperkirakan lebih dari 200 orang.
.
Sumber : Narwastu Pembaruan

Selasa, 01 April 2008

Daftar Gereja / Rumah Ibadah HKBP yang Ditutup, Dirusak, dan Mengalami Kesulitan untuk Melakukan Ibadah dalam Periode 2004-2007

Daftar ini dicuplik dari DAFTAR GEREJA / RUMAH IBADAH YANG DITUTUP, DIRUSAK, DAN MENGALAMI KESULITAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH PERIODE 2004-2007 yang dikeluarkan oleh Departemen Koinonia PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) dengan data hingga 1 Desember 2007.
.
NO. TANGGAL
ALAMAT
KONDISI
PELAKU
KETERANGAN
.
22. 38055.
HKBP Rancaekek, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Rumah tinggal yang menjadi tempat ibadah dipaksa ditutup.
Oleh Muspika setempat.
Ibadah sudah berjalan kembali tetapi berpindah-pindah.
.
35. 38569.
HKBP Lembang, Lembang.
Dipaksa tutup.
Oleh Massa.
-
.
36. 16-07-2005
Pos HKBP Cingcing, Desa Cingcing, Komp. Gading Tutuka I Blok F-I No.12 RT.9/13, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung
Rumah tinggal yang menjadi tempat ibadah dipaksa ditutup.
Oleh AGAP.
Gereja masih ditutup
.
57. 38451.
HKBP Jatimulya, Jl. Melati Raya Ujung No.5, Perum Jatimulya, Bekasi Timur.
Dipaksa tutup karena IMB tempat ibadah belum ada.
Oleh FPI
Hingga kini tidak dapat beribadah di gedung gereja. Terpaksa menggunakan gedung lain yang jauh dari lokasi.
.
64. 25-09-2005.
HKBP Sumedang, Sumedang, Jawa Barat
Dipaksa tutup.
Oleh Massa.
-
.
81. 23-04-2006.
HKBP, Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Mudik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Ruko yang digunakan sebagai tempat ibadah dipaksa ditutup.
Oleh warga masyarakat dihadiri Muspika setempat.
-
.
102. 39122.
HKBP, Perum Rajeg, Kutabumi, Tangerang.
Diserang dan dipaksa tutup.
Oleh ?
Ibadah dapat diteruskan tetapi berpndah-pindah.
.
Sumber:
Narwastu Pembaruan, Februari 2008.

Rabu, 30 Januari 2008

Soeharto dan HKBP

Soeharto tutup usia! Begitulah headline di beberapa siaran televisi pada hari Minggu, 27 Januari 2008. Dan terus berlanjut pada esok harinya, Senin 28 Januari 2008, saat pemakamannya di Astana Giri Bangun, Karanganyar, Jawa Tengah.
.
HKBP dan Soeharto pernah mengalami pasang surut hubungan, baik itu hubungan mesra, maupun hubungan 'dingin'. Hal itu tidak terlepas dari hubungan antara Ephorus HKBP dengan Maraden Panggabean yang merupakan orang dekat Soeharto.
.
Soeharto pada awal tahun 70-an pernah membuka pesta HKBP di Stadion Senayan. Bahkan lebih meriah daripada pesta parolopolopon 2007 HKBP bulan Oktober 2007 lalu.
.
Soeharto juga pernah membuka Pesta Jubileum 100 tahun di Sipoholon, Tarutung, Sumatra Utara, lengkap dengan pakaian adat Batak.
.

Pak Harto dan Ibu Tien mengenakan pakaian kebesaran adat Batak ketika menghadiri Jubileum 100 tahun HKBP di Sipoholon, Tarutung, Sumatera Utara.

.
Tetapi Soeharto juga pernah mengacak-acak HKBP lewat Jenderal Maraden Panggabean dan orang-orangnya. Soeharto melakukan intervensi terhadap HKBP yang efeknya masih terasa sampai saat ini yang tercermin dari konflik HKBP Bandung, HKBP Pondok Bambu, HKBP Kebayoran, dll. Luar biasa efeknya.
.
Tapi itulah sejarah. HKBP harus belajar dari masa lalu agar HKBP bisa lebih cerdik seperti ular dan tulus seperti dari merpati.
.
blog-hkbp.com
www.blog-hkbp.com

Kamis, 08 November 2007

Kasih yang Mendunia

HKBP akan terus menggugah kesadaran masyarakat untuk saling mengasihi, saling peduli dan saling membantu. Aksi kasih tersebut tidak hanya di kalangan jemaat HKBP, tetapi juga di tengah masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia. HKBP memiliki potensi besar memasyarakatkan kasih, rasa peduli sosial, persatuan bangsa dan peningkatan solidaritas manusia karena Gereja HKBP semakin mendunia. Jemaatnya terus menyebar dan berkembang ke seluruh persada nusantara dan dunia.
.
Hingga tahun 2007 ini, jumlah jemaat HKBP di seluruh dunia saat ini mencapai 6 juta jiwa. Jemaat HKBP tersebut tersebar di 3.657 gereja lokal (Sumatra Utara dan Indonesia) dan delapan gereja internasional.
.
Jemaat dan Gereja HKBP di luar negeri terdapat di Kualalumpur, Malaysia, dua gereja, di Singapura dua gereja dan di Amerika Serikat (AS), HKBP memiliki lima gereja. Jemaat HKBP tersebut terdapat di Kota New York satu gereja, California dua gereja, Denver (Colorado) satu gereja dan satu jemaat/gereja persiapan di Philadelpia.
.
Jemaat HKBP yang dibagi menjadi 26 distrik (wilayah pelayanan) tersebut dilayani 1.200 orang pendeta, 400 orang guru jemaat dan 250 orang diakonis.
.
Seluruh warga jemaat HKBP di Tanah Air dan luar negeri itu mempunyai potensi menggagas, menyuarakan dan melaksanakan kasih agar menyebar di tengah masyarakat dunia. Hal itu dapat dilakukan melalui kegiatan secara berjemaat, kelompok dan pribadi sesuai dengan potensi masing-masing. Ephorus HKBP mengatakan, HKBP juga kini berupaya meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa melalui seluruh kegiatan HKBP.
.
Untuk itu HKBP telah mencanangkan Tahun 2007 menjadi Tahun Koinonia (Persekutuan) HKBP. Melalui tahun Koinonia ini, segenap jemaat HKBP di seluruh Tanah Air dan dunia semakin meningkatkan persekutuan, persatuan dan kebersamaan. Melalui tahun Koinonia tersebut juga HKBP berupaya memberikan kontribusi untuk merajut kembali rasa persatuan dan kesatuan bangsa yang semakin memudar di era reformasi dan Otonomi Daerah ini.
.
Peningkatan rasa kebangsaan (national building) ini sangat penting agar roh pengelompokan etnis dan agama yang mulai merajalela di tengah iklim reformasi dan otonomi daerah ini bias dihalau.
.
Bangsa Indonesia hanya bisa dibangun menjadi bangsa yang makmur, sesuai cita-cita perjuangan bangsa oleh putra-putri Bangsa Indonesia. Bangsa kita ini tidak bisa dibangun orang-orang yang hanya mengandalkan fanatisme kedaerahan. Karena itu seluruh elemen bangsa, termasuk HKBP harus mampu membangun rasa kebangsaan dan kepedulian sosial melalui secara bersama-sama.

Latar Belakang dan Kronologi Penghempangan Ibadah Jemaat HKBP Resort Bandung Riau pada hari Minggu tanggal 14 Oktober 2007

Latar Belakang dan Kronologi
Penghempangan Ibadah Jemaat HKBP Resort Bandung Riau
pada hari Minggu tanggal 14 Oktober 2007
.
Latar Belakang.
.
1. Sesuai kesepakatan bersama, yang ditandatangani oleh pihak-pihak yang berkepentingan pada tanggal 9 Desember 2000, sampai dengan saat ini belum diubah, artinya adalah giliran Jemaat HKBP Resort Bandung Riau untuk memakai gedung gereja pada pukul 11.00. WIB, pada Minggu 14 Oktober 2007.
.
2. Pihak HKBP Resort Bandung dengan dasar SK Ephorus nomor 569/LO8/X/2007, tanggal 14 Oktober 2007, untuk melakukan peleburan. Hal itu dengan tegas ditolak Jemaat HKBP Resort Bandung Riau. Alasan penolakan: SK tersebut bertentangan dengan Keputusan Sinode 1998, 2002 dan 2004. SK tersebut juga tidak pernah disampaikan ke pihak Resort Bandung Riau hingga saat ini. Pihak Resort Bandung selalu menyembunyikan SK tersebut. SK tersebut dikeluarkan pada Minggu 14 Oktober 2007 di Pearaja, Tarutung, Taput, Sumut dan direalisir pada Minggu 14 Oktober 2007 di Resort Bandung.
.
3. Dasar dan penjelasan mengenai penolakan tersebut telah disampaikan kepada Kapolres Bandung Tengah, Bapak AKBP Mashudi didampingi Spripim Kapolda dan Iptu Agus, pada tanggal 8 Okotober 2007, secara lisan dan tertulis. Penjelasan tertulis juga telah disampaikan kepada Bapak Kapolda pada pertemuan kedua pihak dengan Bapak Kapolda pada tnggal 9 Oktober 2007 dan juga dalam kesempatan pada saat Majelis Jemaat HKBP Resort Bandung Riau dipanggil secara lisan oleh Kasat Intel Polres Bandung Tengah, AKP Zaenal, Kamis 11 Okotober 2007, pkl 21.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut hadir Direktur Intelkam Kombes Slamet Supandi dan Wadir AKBP Haris Wahyu dari Intelpam Polda Jabar.
.
4. Amanat Kapolda agar tidak ada penyalahgunaan wewenang, dan pembicaraan kedua pihak untuk urusan internal, telah ditempuh Resort Bandung Riau, melalui surat dan upaya bertemu. Namun semua itu tidak diindahkan pihak Resort Bandung.
.
5. Pada hari Minggu, 14 Oktober 2007, setelah melalui pemberitaan tertulis dan lisan, baik kepada aparat keamanan maupun kepada pihak Resort Bandung, bahwa pada pukul 11.00, adalah hak Resort Bandung Riau untuk memakai gedung gereja untuk beribadah. Bersama ini diuraikan kronologinya:
.
5.1. Pukul 10.30 WIB, jemaat Resort Bandung Riau berkumpul di halaman Gedung Global, 3 (tiga) rumah dari gedung Gereja. Pada pukul 11.30. warga jemaat berjalan menuju gereja untuk beribadah dipimpin oleh Pdt. Saut Sirait dan St. Dj.M. Nababan, . Namun gerbang telah digembok pihak Resort Bandung. Warga jemaat dengan tertib menungggu pihak Resort Bandung menyelesaikan acara kebaktian. Di bawah terik matahari warga jemaat terus bertahan dengan sabar.
.
5.2. Pada pukul 12.30, sebagain warga jemaat berusaha mendobrak pintu dan aparat kemudian membuat pagar betis di depan gereja. Tidak lama kemudian Kapolres membubarkan pagar betis seraya menyatakan dengan tegas: siapa yang merobohkan pagar gereja akan saya tangkap! Pemimpin Ibadah kemudian menenangkan jemaat dan mengajak tertib menghormati aparat keamanan.
.
5.3. Pukul 12.50, kebaktian jemaat Resort Bandung selesai, namun pintu tetap ditutup. Mereka terus mengadakan acara hiburan dan makan-makan di dalam gedung gereja. Pendeta Saut Sirait mendatangi Kapolres dan berdialog. Pdt. Saut Sirait mengatakan kepada Kapolres: tadi Bapak menyatakan akan menangkap tiap orang jika membongkar gereja. Ibadah Resort Bandung sudah selelsai, dan karena itu sekarang kami berhak masuk. Bagaimana pengaturan warga jemaat yang masuk tidak berbenturan dengan jemaat yang keluar. Bapak Kapolres mengarahkan jemaat Resort Bandung Riau masuk dari pintu utama dan jemaat Resort Bandung keluar dari pintu yang satu lagi.
.
5.4. Namun pihak Resort Bandung tidak mau membuka pintu gerbang . Pdt Saut Sirait kemudian mendatangi Kapolres dan mengajukan keberatan. Kapolres kemudian mengambil inisiatif mempertemukan kedua pihak. Pihak Resort Bandung terdiri dari: Baginda Sitanggang; St. Pangaribuan (PLN), Mayjen Purn. Saragih dan Polin Sitorus. Mereka ngotot tidak mau membuka pintu dan meminta supaya taat kepada pimpinan. Pihak Resort Bandung Riau, St. Napitupulu, Pdt. Saut Sirait, St. Dj.M. Nababan, menjelaskan, bahwa dengan didasari Keputusan Sinode Godang, kami menolak SK Ephorus. Mari kita saling menghargai perbedaan dan hak kami memakai gedung gereja tidak bisa dihapuskan dengan alasan apapun. Pihak Resort Bandung mengatakan silahkan ke PTUN. Pihak Bandung Riau mengatakan setuju akan diajukan ke pengadilan, tetapi hak pemakaian gedung gereja tidak boleh dilanggar, sampai pengadilan memutuskan.
.
5.5. Pdt Saut Sirait mengatakan kepada Kapolres, ini milik kami juga, karena itu kami akan membuka pintu. Jangan ada yang ditangkap, saya yang bertanggungjawab dan hak warga harus dilindungi.
.
5.6. Pkl.13.30. ternyata sebagian warga jemaat Resort Bandung sudah keluar dari pintu yang satu. Pdt. Saut lalu mengajak warga untuk masuk ke gedung gereja. Ternyata gedung gereja dikunci pihak Resort Bandung. Sekum PGIW, Pdt. Rosevelt Tobing, diminta melakukan mediasi. Lalu dilakukan dialog dengan di Kantor Gereja: Resort Bandung terdiri: St. KR. Siregar, Pdt. BM Siagian (Kantor Pusat), Praeses Pdt. Janter Tambunan, Baginda Sitanggang, dari Resort Bandung Riau; St. I. Napitupulu, Pdt. Saut Sirait, St. RT Panggabean, Hotman Silalahi. Dari PGIW Pdt. Rosevelt Tobing dan Pdt. John Simon Timorason dari Badan Kerjasama Antar Gereja (BAKG).
.
5.7. Pihak Resort Bandung, tidak bersedia untuk memberikan kunci. pihak PGIW dan BAKG mencoba membujuk, namun mereka tetap tidak bersedia. Pdt. Saut Siarit kemudian menjelaskan tentang sikap Resort Bandung Riau yang tegas menolak SK Ephorus yang melanggar keputusan Sinode Godang dan mengatakan, bila mereka tidak mau memberi kunci, kami otomatis berhak membuka pintu gereja.
.
5.8. Setelah itu kepada jemaat Resort Bandung Riau Pdt. Saut Sirait mengatakan, adalah hak kita membuka gedung gereja dan karena itu dalam nama Yesus Kristus mari kita membuka pintu.
.
5.9. Pukul 14.45. Jemaat Resort Bandung Riau masuk gereja. Ketika Ibadah akan dimulai St.Dj.M Nababan, selaku liturgis, insiden kecil terjadi. Polisi dipimpin Kapolres AKBP Mashudi masuk gereja dan menarik paksa seorang anggota jemaat: Bona Nainggolan. Terjadi keributan dan tarik menarik antar pihak kepolisian dengan warga jemaat yang mempertahankan Bona Nainggolan. Pdt. Saut Sirait yang melihat hal itu, berlari meninggalkan Altar dan mencegah Kapolres menangkap Bona Nainggolan. Pdt. Saut Sirait mengatakan, “Tangkap saya, Saya yang bertanggungjawab". Kapolres lalu bersuara keras: "Baik!". Lalu Kapolres menarik jubah Pdt Saut Sirait. Dengan patuh Pdt Saut mengikuti tarikan Kapolres, sambil mengatakan: "Bapak Kapolres, gereja itu memiliki hak imunitas”. Kemudian Kapolres melepaskan tarikan itu.
.
5.10. Pendeta Saut kemudian kembali ke Altar dan mengajak jemaat untuk memulai ibadah dengan nyanyian jemaat. Ibadah berlangsung dengan baik. Warga jemaat yang hadir dari Resort Bandung Riau sebanyak 306 ditambah beberapa orang wartawan.
.
Sumber :

Rabu, 07 November 2007

UAS di Nommensen Tetap Berjalan

Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen tetap melaksanakan UAS
.

Metrotvnews.com, Medan:
Tawuran antarkelompok mahasiswa Universitas HKBP Nomensen di Medan, Sumatra Utara, Senin malam, tidak memengaruhi aktivitas kampus. Hari ini, mahasiswa tetap melaksanakan ujian akhir semester, meski kondisi sejumlah ruangan hancur akibat bentrok semalam.
.
Seluruh fakultas, termasuk Fakultas Teknik Mesin dan Fakultas Teknik Elektro yang bentrok semalam, tetap menggelar UAS. Sedangkan di beberapa sudut kampus masih terlihat pecahan kaca dan bangunan serta batu sisa bentrokan masih dibiarkan berserakan.
.
Bentrokan mahasiswa dua fakultas tersebut berawal pada Senin pagi. Bentrokan berawal dari saling ejek antarmahasiswa dalam pertandingan olahraga. Bentrok kemarin mengakibatkan empat orang mahasiswa terluka. Bentrokan ini sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Sutomo macet total karena para mahasiswa memblokade jalan.
.
Menurut Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaaan Barani Simanjorang, bentrokan antarmahasiswa di dalam kampus sering terjadi. Namun, itu bukan masalah besar dan tidak mengganggu aktivitas perkuliahan.(DEN)
.
Sumber : Metro TV Online
http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=48548

Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Bentrok

Tawuran antara mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Fakultas Teknik Elektro
di Kampus Universitas HKBP Nomensen di Medan,
()-->
.


Metrotvnews.com, Medan:
Tawuran antarkelompok mahasiswa kembali terjadi. Kali ini. tawuran terjadi antara mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Fakultas Teknik Elektro di Kampus Universitas HKBP Nomensen di Medan, Sumatra Utara. Tiga mahasiswa dilaporkan terluka dalam bentrokan ini.
.
Tawuran terjadi Senin malam sekitar pukul 18.30 WIB. Kedua kelompok mahasiswa saling serang dari dalam maupun dari luar kampus. Bentrokan ini sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Sutomo macet total karena para mahasiswa memblokade jalan.
.
Bentrokan sempat mereda. Namun, tawuran terjadi lagi sekitar pukul 20.30 WIB. Akibat bentrokan ini, tiga mahasiswa mengalami luka-luka. Ketiganya dirawat di Rumah Sakit Pringadi Medan. Hingga malam hari, sejumlah mahasiswa masih berkumpul di sekitar kampus. Para mahasiswa yang tawuran juga sempat berusaha mengusir wartawan yang coba meliput tawuran. Belum jelas yang menjadi pemicu tawuran ini.(DEN)
.
Sumber : Metro TV Online
http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=48531

Kelompok Jemaat HKBP Bandung Baku Hantam

Dua kelompok jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
bersitegang memperebutkan gereja di Bandung, Jawa Barat.()-->
.
Metrotvnews.com, Bandung:
Dua kelompok di tubuh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) bertikai memperebutkan gereja di Bandung, Jawa Barat. Baku hantam sempat terjadi. Keributan kali ini terjadi menyusul perbedaan pendapat. Kebaktian pada Minggu pagi berlangsung terpisah di dalam dan di halaman rumah ibadah.
.
Bermula ketika salah seorang jemaat yang berada di dalam, mencoba mengusir jemaah yang kebaktian di halaman. Merasa dilecehkan, aksi pengusiran dibalas dengan pengejaran yang berujung baku hantam. Perkelahian bisa dihentikan setelah pimpinan kedua kelompok datang dan menenangkan umatnya masing-masing.
.
Kisruh internal antardua kelompok HKBP Kota Bandung sudah berlangsung sejak 1992. Saat itu, dua kelompok, Resort Bandung dan Resort Riau diminta bergabung ke dalam Resort Bandung Riau Martadinata. Keputusan ini ditentang oleh kedua kelompok dengan alasan berbeda pimpinan.(BEY)
.
Sumber : Metro TV Online
http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=48428

Kampus UHN Pasca Bentrok Kembali Aman

Medan (SIB)
Pasca bentrok sesama mahasiswa Universitas HKBP Nommensen (UHN) di kampus Jalan Sutomo, Selasa kemarin (6/11) suasana kampus terlihat aman dan ujian mid semester berjalan dengan lancar. Namun, beberapa ruangan terlihat kaca-kacanya berpecahan terutama ruangan Satpam.
.
Wakil Rektor III UHN Ir Barani P Simanjorang MT yang didampingi Kabag Kemahasiswaan Sarmauliate Simanungkalit mengatakan kepada wartawan, Selasa (6/11), suasana kampus aman dan ujian berlangsung dengan lancar. Menurutnya, pihak rektorat sudah berusaha mendamaikan mahasiswa yang bertikai dan mahasiswa itu telah membuat surat perdamaian atas pertikaian/perkelahian yakni Erwan Syahputra Sinaga (Wakil Ketua BEMJ Mesin) dan Ferry Simbolon (Ketua BEMJ Elektro).
.
Kedua belah pihak menyatakan tidak akan mengulangi perkelahian dan telah saling memaafkan. Bila melanggar mahasiswa bersedia dikenakan sanksi akademis dan diproses secara hukum. “Namun, kami heran setelah ada perdamaian itu, kami bubar tetapi mahasiswa itu berkelahi lagi. Menurut informasi masalahnya hanya sepele yakni hanya salah pandang,” kata Barani Simanjorang.
.
Surat perdamaian itu ikut ditandatangani saksi korban yakni Dendi Butar-butar, Erwin Sidabutar, Radoth Leonard Gultom dan Agustinus Sitorus serta Dekan Fakultas Teknik Ir Sahat P Siahaan MT.
.
Setelah kejadian bentrok kemarin, tidak ada lagi lanjutannya. Mahasiswa sudah ujian termasuk dari Teknik Mesin dan Elektro. Sementara itu menurut Sarmauliate Simanungkalit, tidak benar ada 3 korban luka-luka. Tapi kaca-kaca kampus benar banyak yang pecah termasuk kantor Satpam. Kita belum tahu berapa jumlah kerugiannya. Ia juga tidak membantah dalam perkelahian kemarin ada digunakan bom molotov. (M5/l)
.
Sumber : Sinar Indonesia Baru
http://hariansib.com/2007/11/07/kampus-uhn-pasca-bentrok-kembali-aman/
Google Search Engine
Google
·

Guestbook of HKBP

·
·


Visitor Map